Dukung Padang Bergoro. Semen Padang Gelar Pelatihan Pembuatan Kompos

Penulis -

Jumat, 27 September 2024 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar– PT Semen Padang bagian dari SIG menggelar pelatihan pembuatan kompos untuk mengurangi sampah organik rumah tangga, bertempat di Halaman Kantor Unit Safety Health Environment (SHE), pada Rabu (25/9/2024).

Pelatihan ini menghadirkan Mina Dewi Sukmawati yang merupakan Direktur Bank Sampah Panca Daya Kota Padang, sebagai pemateri yang diikuti oleh belasan peserta terpilih dari karyawan PT Semen Padang.

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, kegiatan pelatihan ini digelar PT Semen Padang dalam rangka mendukung Pemko Padang untuk mensukseskan Program Padang Bergoro.

“Kami mendukung program Pemko Padang untuk meningkatkan capaian pengurangan sampah dari rumah tangga. Dan, pelatihan pembuatan kompos untuk karyawan ini, merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut dimulai dari rumah tangga masing-masing,” katanya.

Pelatihan pembuatan kompos ini, lanjut Anita, juga bertujuan untuk mengedukasi kepada karyawan dan karyawati PT Semen Padang yang bersedia menjadi relawan agent of change perusahaan di bidang lingkungan, khususnya dalam pembuatan kompos secara mandiri di rumah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami berharap agent of change ini bisa memberikan edukasi lebih luas lagi tidak hanya kepada karyawan dan karyawati di PT Semen Padang lainnya, tapi juga kepada masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal,” ujarnya.

Staf Environment PT Semen Padang, Ferdy Dinardo, pada pembukaan pelatihan mengatakan, kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan praktis dalam menghasilkan pupuk berkualitas.

Direktur Bank Sampah Panca Daya Mina Dewi Sukmawati menjelaskan langkah-langkah pembuatan kompos dari sampah organik menggunakan media ember, yang menghasilkan kompos cair dalam dua minggu dan kompos padat dalam satu bulan.

Pertama, dengan memilih komposter atau wadah untuk mengolah kompos. Komposter dapat pula ember itu dilubangi bagian bawahnya. Ember ini lalu diletakkan dengan alas tertentu agar lubang di bagian bawahnya tidak tertutup oleh permukaan tanah atau lantai. Biasanya ini berupa ember dengan keran di bagian bawahnya untuk memanen kompos cair.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kemudian, menyiapkan sampah hijau dan sampah cokelat. Menurut Dewi, ini merupakan prinsip dasar ini ketika akan membuat kompos. Perlu empat jenis bahan, yaitu karbon (sampah cokelat), nitrogen (sampah hijau), air, dan oksigen.

“Tidak semua sampah organik boleh dimasukkan pada komposter karena akan menghambat atau merugikan proses penguraian di dalam komposter. Jangan memasukkan daging, tulang, minyak, lemak, susu, atau keju, ini akan menghalangi reaksi penguraian di komposter serta menarik hewan-hewan seperti lalat yang menyebabkan munculnya belatung pada proses pengomposan,” ujarnya.

Selanjutnya, campur bahan dan tambahkan activator untuk pengurai, perbandingan ideal sampah cokelat dengan sampah hijau adalah 2:1. Jika bahan sudah siap, campurkan dan masukkan ke dalam komposter.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jangan lupa untuk mengaduk seminggu sekali, buka kembali komposter lalu aduk bahan-bahan didalamnya dan ulangi pengadukan setiap minggu. Pada minggu pertama dan kedua, mikroba mulai bekerja menguraikan sampah,” kata dia.

Setelah proses diatas selesai, barulah kompos bisa dipanen. Kompos dikatakan sudah jadi apabila warnanya sudah kehitaman dan tidak tercium lagi bau tak sedap khas sampah.

“Aroma dan tekstur kompos terasa lebih seperti tanah. Jika kompos sudah jadi, pisahkan bagian yang kasar dan halus dengan ayakan dan ambil bagian yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai activator,” pungkasnya.

Salah seorang peserta, Yeni Yefrita dari Unit Sarana Umum PT Semen Padang, mengapresiasi pelatihan ini. “Sampah rumah tangga yang selama ini terbuang bisa dimanfaatkan. Pelatihan ini sangat bermanfaat,” katanya. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB