Jakarta, Prokabar — Perasaan tak menentu, gelisah tak bertepi dialami ratusan orang. Mereka menanti kabar keluarga mereka yang jadi penumpang Lion Air.
Pada Selasa (30/10) setidaknya 151 keluarga dari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung yang terjatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) saat ini menanti kepastian hasil identifikasi DNA.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto di Jakarta, Selasa menyatakan untuk pemeriksaan DNA, Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur sudah menerima sekitar 151 anggota keluarga korban.
“Untuk pemeriksaan DNA ini sudah kami buka juga, dan sampai dengan Selasa pagi sudah ada 151 keluarga,” katanya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan DNA dilakukan secara bertahap karena dalam kegiatan antemortem tidak semua keluarga yang datang bisa diperiksa DNA-nya.
Selain itu untuk mendukung pemulihan kekuarga korban, Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya menyediakan pos “trauma healing” untuk penyembuhan secara psikologi.
“Ada beberapa ahli-ahli psikologi selain dari Polri, UI, beberapa rumah sakit, termasuk TNI juga bergabung di sini untuk memberikan terapi-terapi psikologi kepada keluarga korban,” katanya menambahkan pada antara.
Di sisi lain, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan identifikasi para korban akan difokuskan pada data yang masuk untuk mempersingkat proses.
“Kalau misalnya dewasa dan hanya serpihan memang membutuhkan data lengkap antemortem, sampel DNA-nya, baik antem maupun post mortem kita periksa. Saya sampaikan tadi 4-5 hari baru teridentifikasi,” ujar Musyafak.
“Yang pasti bisa diperiksa adalah orang tua atau anak korban,” katanya. (*/nrs)
















