Duh, 2500 Karyawan Hotel di Sumbar Dirumahkan Karena Covid 19

Penulis -

Selasa, 7 April 2020 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Covid-19 memukul pariwisata Sumbar, dampaknya sangat dirasakan oleh pelaku wisata. Bahkan sejumlah hotel terpaksa ditutup sementara karena tidak mampu lagi membiayai biaya operasional. Dampak luar biasa juga dirasakan oleh ribuan pekerja yang menggantungkan hidup dari transaksi wisata ini.

“Hotel jelas sangat terpukul, dari 110 hotel anggota PHRI di Sumbar, sampai hari ini sudah 26 hotel yang memilih untuk tutup,” sebut Ketua PHRI Sumbar, Alan Maulana Yusran, melalui wawancara online dengan IJTI Sumbar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sedangkan dampak yang lebih nyata adalah sekitar 2500 karyawan hotel terpaksa dirumahkan dan sebagian besar tanpa dibayar,” sambungnya.

PHRI meminta pemerintah untuk memberikan stimulus yang nyata terhadap hotel dan restoran. Sehingga beban biaya selama masa tanggap darurat ini bisa diminimalisir

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Pemerintah seharusnya memberikan stimulus dalam bentuk keringan pembayaran Pajal Bumi dan Bangunan, maupun pembayaran listrik, ini sangat membantu hotel, tapi kalau yang dipotong adalah pajak hotel dan restoran, sama saja tidak ada arti, karena biasanya pajak tersebut dibebankan ke tamu,” kata Alan.

Selain hotel dan restoran, pramuwisata juga mengalami dampak yang besar. Bahkan hampir seluruh pemandu wisata tidak lagi beraktivitas.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Ratusan anggota HPI kini sangat stressfull, mereka terpaksa berada di rumah, karena tidak ada lagi job dari agen travel,” sebut ketua HPI Sumbar, Buddy.

Praktisi pariwisata ini mengaku akan mengalami masa resesi panjang, karena sulit memprediksi kapan wabah ini berakhir.(laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB