Pessel, Prokabar – Perintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengungkapkan produksi perikanan tangkap dua tahun terakhir mengalami penurunan.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pessel, Arlindawati mengatakan, dari target yang ditetapkan pada tahun 2018 kemaren 39,440 ton sementara realisasi hanya mencapai 38,319 ton, dan pada tahun 2017 target 36,940 ton realisasi 35,770 ton.
Meskipun mengalami penurunan, namun pada tahun 2019 ini pihaknya tetap menaikkan produksi tangkap dengan jumlah target 41,940 ton.
Penyebabnya, kata Arlinda, karena cuaca dan musim badai yang tidak mendukung nelayan untuk melaut.
“Ya, selama dua tahun hasil produksi tangkap ikan mengalami penurunan, dikarenakan cuaca tak mendukung,” ujarnya kepada Prokabar.com Senin (7/1) di ruangan kerjanya.
Menurutnya, turunnya produksi tangkap ikan laut akibat cuaca ekstrem, hal ini tentu mempengaruhi terhadap produksi tangkap.
Untuk jenis tangkapan ikan laut meliputi, tongkol, tuna, tengiri, kerapu, udang, kerang, kepiting, cumi-cumi, dan lainnya, jelasnya.
Selain cuaca yang tak mendukung, kata Arlinda, pihaknya akan melakukan perbaikan alat tangkap seperti memberikan terus bantuan serta memperbaiki alat tangkap bagi nelayan.
Ia menambahkan, pertumbuhan produksi tangkapan laut ini guna mendorong Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor perikanan terhadap daerah ini.
“Peningkatan produksi tangkap laut ini diwajibkan bisa menjadi sumbangan PDRB sektor perikanan,” tutupnya,(min)
















