Dua Tahun, Kasus Gizi Buruk di Pesisir Selatan Meningkat, Ini Penyebabnya

Penulis -

Senin, 14 Oktober 2019 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Rendahnya ekonomi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, membuat kasus gizi buruk sejak dua tahun terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel pada 2016 kasus gizi buruk sudah tidak ada lagi. Namun pada 2017 kasus itu kembali muncul sebanyak 20 kasus. Dan semankin bertambah menjadi 25 kasus pada 2018.

“Iya, ekonomi masyarakat yang rendah (miskin) merupakan salah satu pemicu munculnya kasus gizi buruk, “ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Dony Tayes pada wartawan Senin (14/10) di Painan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tingginya kasus gizi buruk di Pessel juga sejalan dengan kemiskinan yang bertengger pada urutan ke empat tertinggi di Sumatera Barat.

BPS Pessel mencatat angka kemiskinan pada tahun 2018
tercatat 7,59 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 34.924 jiwa dan sedikit turun dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 7,79 persen.

Ia menambahkan, selain faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan dan pengetahuan orang tua dalam pola asuh anak juga tidak terlepas sebagai penyebab terjadinya gizi buruk terhadap anak balita.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ada juga orangtua yang ekonominya bagus, tapi kalau pola asuh tidak baik maka bisa berakibat pada gizi buruk. Selain itu, kurangnya perhatian atau orang tua terhadap asupan gizi anak merupakan potensi pemicu gizi buruk, “ujarnya lagi.

Sebab, kata Dony, diperlukan kepedulian dan tangungjawab orang tua untuk memberikan asupan gizi yang cukup terhadap anak guna mencegah terjadinya kasus gizi buruk didaerah itu.

“Kami telah melakukan upaya dalam menangani persoalan gizi buruk, misalnya dengan cara melaksanakan penyuluhan kepada orangtua dan pembinaan melalui bidan desa. Setelah itu, memeriksa kesehatan anak secara by name by adrress serta membentuk pos gizi dengan ahli gizi bersama bidan desa dan masyarakat, “ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dikatakannya, berdasarkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) terdapat tiga indikator yang menjadi kategori gizi buruk.

Diantaranya berat badan per umur, tinggi badan per umur serta berat badan per tinggi badan. Dikategorikan gizi buruk apabila ketiga indikator tersebut berada dibawah -2 standar deviasi, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB