Tanah Datar, Prokabar- Dua sekolah di Tanah Datar, Sekolah Menangah Pertama 2 Batusangkar dan Sekolah Dasar Negeri 20 Baringin disegel dan ditutup paksa oleh pemilik lahan atau ahli waris, Senin (6/11/23).
Akibatnya, ratusan pelajar dari dua sekolah tersebut terpaksa belajar dengan kondisi seadanya, di Perpustakaan Daerah, Dinas Pariwisata Tanah Datar dan lapangan cindua mato Batusangkar. Sebagian lainnya dipulangkan oleh pihak sekolah.
Kepala sekolah SMP 2 Batusangkar, Defison saat ditemui membenarkan adanya penutupan terhadap sekolah yang ia komandoi itu. Ia mengatakan jika penyegelan yang dilakukan oleh pemilik lahan sekitar pukul 06.45 WIB.
” anak anak sekarang dan sesuai dengan keinginan mereka untuk tetap belajar jadi kami fasilitasi ditiga titik yang pertama di Perpustakaan daerah yang mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Di Dinas Pariwisata dan Lapangan Cindua Mato bagi mata pelajaran olah raga,” kata Defison.
Ia menyampaikan, jika sampai saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan kapan proses belajar mengajar bisa kembali normal.
” guru guru kita ini sejak 2020 telah siap dengan berbagai kemungkinan untuk melaksanakan pembelajaran (akibat permasalah lahan),” tambahnya.
Sebelumnya, kuasa hukum dan pemilik lahan bersama sama melakukan penyegelan terhadap dua sekolah yang terletak di di kenagarian Baringin, Kecamatan Lima Kaum Tanah Datar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyegelan terpaksa dilakukan karena diduga Pemkab Tanah Datar mensertifikatkan lahan tersebut secara diam diam pasca disanggah oleh ahli waris pemilik lahan pada April 2022 lalu. (eym)
















