Pesisir Selatan, Prokabar — Pembangunan dua mega proyek di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, terancam batal tahun ini, kerena alasan defisit anggaran.
Keduanya adalah, pembangunan masjid terapung di Pantai Carocok Painan diambil dari APBD dengan anggaran Rp4 miliar dan pembangunan kantor perwakilan di Kecamatan Tapan dengan nilai Rp12 Miliar.
Sebelumnya, permintaan Pesisir Selatan dengan niat baik untuk membangun kantor perwakilan di Tapan demi untuk memudahkan masyarakat setempat untuk segala mengurus administarsi.
Selanjutnya, keberadaan mesjid terapung di kawasan objek wisata Pantai Carocok Painan akan menjadi ikon baru wisata daerah setempat, tampaknya pupus segala rencana.
Sehingga kedatangan wisatawan ke Pesisir Selatan kedepan tidak hanya karena wisata bahari yang mempesona namun juga karena wisata religinya. Namun akhirnya gagal segalanya itu.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pessel, Suhandri mengaku, dua proyek tersebut batal dilaksanakan tahun ini, karena defisit anggaran.
Dari data BPKAD yang dihimpun Prokabar.com Kamis (3/19). Kemaren, total terakhir defisit APBD 2019 mencapai Rp13 miliar. Namun, setelah dilakukan penarikan anggaran sejumlah kegiatan saat ini kembali tertutupi.
Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan tahun jamak yang ditarik adalah rencana pembangunan Masjid Terapung di Carocok Painan, kantor perwakilan, termasuk rencana kenaikkan tunjangan PNS tidak dibayarkan.
“Seperti Masjid terapung itu dibayar uang muka dulu, begitu juga dengan kantor perwakilan pengerjaannya tahun jamak. Dan begitu juga dengan kebutuhan kenaikkan tunjangan yang tidak dibayarkan,” jelasnya.
Selain banyaknya kegiatan, defisit anggaran di Pesisir Selatan juga dipicu karena rendahnya penerimaan pajak negara (DBH) di Pessel, serta pemasukan PAD yang tidak capai target.
“Untuk antisipasi, kegiatan harus berdasarkan sumber dana. Yang tidak tercapai itu paling banyak di PAD. Pada saat PAD tidak tercapai, itu yang akan kita evaluasi, “tutupnya. (min)
















