Trending | News | Daerah | Covid-19

Film

Dua Kali Jadi Korban Ledakan, Hana Malasan Tetap Cantik

Dibaca : 1.3K

Jakarta, Prokabar – Siapa sangka wanita cantik berambut panjang ini pernah jadi korban ledakan hebat di lokasi syuting. Sebuah balon gas berukuran besar meledak beberapa meter dari tempatnya berada.

Kejadian yang meninggalkan trauma hebat ini dialami aktris Hana Malasan, jauh sebelum terjun ke dunia seni peran. “Kejadiannya sembilan tahun lalu, 2009. Aku lagi jadi model TV komersil saat itu,” kenang Hana ketika ditemui Prokabar.com, belum lama ini.

Pengalaman buruk yang dialami Hana rupanya jadi keuntungan sendiri. Tawaran jadi pemeran korban bom di film 22 Menit, mengingat kembali kenangan masa lalunya.

“Jadi ketika aku ditawarin peran korban bom di film ini, wah kok sama dengan kejadian masa lalu. Ada untungnya juga sih, aku bisa recall kenangan saat jadi korban ledakan balon udara,” kenangnya.

Wanita kelahiran Bandung, 28 Juni 1991 ini mengisahkan tentang filmya. Ia berperan sebagai Mitha, seorang karyawati yang saat kejadian bom berada di kedai kopi.

“Aku perannya jadi karyawati bernama Mitha. Saat itu aku jadi korban bom di sebuah kedai kopi. Aku berada di tempat ledakan besar yang memang dibuat aslinya menggunakan alat peledak. Itu asli ledakannya sama dengan waktu aku jadi korban balon udara,” kenangnya lagi.

Alhasil dari dua pengalaman jadi korban ledakan, Hana takut melihat balon dan suara ledakan. Padahal sebelumnya, Hana sangat menyukai balon.

“Traumanya sampai aku takut kalau ada balon dan suara ledakan. Sampai sekarang loh,” tambahnya lagi.

Tak hanya trauma melihat balon saja, Hana pernah dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Telinga Hana mengalami gangguan pendengaran setelah mendengar ledakan besar tepat di dekat telinganya.

“Recovery nya hingga satu bulan aku dirawat di rumah sakit. Lumayan lama penyembuhannya karena telingaku terus berdengung,” kenangnya.

Meski meninggalkan trauma hebat, Hana tetap menguji kemampuannya. Ia memberanikan diri menjadi korban bom, bahkan berada di kerumunan api.

“Feel-nya dapat banget ketika aku mengingat ketakutan aku saat itu. Semoga peranku ini membuat orang-orang yang melakukan teror tak punya niatan jahat. Lebih baik kita hidup penuh kedamaian,” harapnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top