Pasaman Barat, Prokabar — Dua orang Balita yang berusia empat tahun, positif terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Sungguh memprihatinkan.
Tidak saja dua balita ini, sepanjang 2019 hingga Fabruari 2020 kini, tercatat ada 14 orang lainnya yang mengidal HIV/AIDS.
Dinas Kesehatan Pasaman Barat mencatat, khusus di 2019 ada 14 orang ditemukan positid HIV/AID, dan dua orang diketahui tahun 2020.
“Hingga kini, ada 16 orang yang positif dan tercatat mengidap HIV/AIDS di Pasaman Barat. 14 orang ditemukan pada 2019 dan dua orang ditemukan pada awal 2020. Dari 16 orang yang terjangkit itu, tiga orang sudah meninggal. Selebihnya masih rawat jalan,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, Selasa (11/2).
Ia mengatakan, 11 orang temuan pada 2019 dialami oleh warga berumur 25 sampai 49 tahun. Dimana terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan.
Ada juga pengidap umur 15 sampai 19 tahun sebanyak satu orang perempuan dan di bawah empat tahun sebanyak dua orang laki-laki.
Kemudian warga yang mengidap HIV/AIDS pada 2020 ini ditemukan sebanyak dua orang laki-laki.
Gina menjelaska, pasien pengidap HIV/AIDS sedang menjalani pengobatan seumur hidup untuk menjaga daya tubuh tidak menurun.
Gina menyebutkan penyebab HIV/AIDS itu tidak saja disebabkan oleh perilaku seks menyimpang tetapi ada penyebab lainnya.
“Untuk kasus anak-anak, biasanya disebabkan penularan dari ibu sejak anak masih dalam kandungan. Untuk pencegahan ini, kami melakukan pemeriksaan triple eliminasi dengan diberikan obat HIV (arv) ketika diketahui sang ibu positif HIV. Biasanya, penularan tidak hanya dari hubungan seksual, tetapi bisa dari berganti jarum suntik, dari ibu ke janin saat kehamilan dan dari tranfusi darah,” sebutnya.
Menyikapi hal itu pihaknya juga mengadakan sosialisasi ke masyarakat, penjaringan deteksi dan pemeriksaan dini untuk ibu hamil. (Ola)
















