Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dua Bintang untuk Prof Mestika

Dibaca : 183

Padang, Prokabar – Rektor UNP, Prof Ganefri memberikan dua bintang untuk almarhum Prof Mestika Zed, Bintang Sejarah dan Bintang Insititusi. Ini diberikan dalam acara webinar di Padang, Kamis (17/09).

Webinar itu bertajuk, “Meneladani Kecendikiawanan Prof Mestik zed, sekaligus Launching organisasi alumni jurusan Sejarag IKIP/UNP.” Dalam acara itu, tampil sebagai pembicara, Prof Eiwiza Erman, Dirman Ahad Darwis dan Hasril Chaniago, dengan moderator Khairul Jasmi dan host Dr Aisiah dari UNP.

Menurut Ganefri, Prof Mestika sudah banyak menyumbang untuk UNP, Sumbar dan Indonesia. Mestika sudah menemukan dan meluruskan hari jadi insitutusi IKIP/UNP dan kemudian sudah ditetapkan. Ganefri merasa kehilangan, karena UNP sedang butuh-butuhnya.

Narasumber Dirwan Ahmad Darwis dari Kuala Lumpur, menilai Mestika merupakan tokoh yang kecerdasannya selalu ditiru, ia santun, arif, akrab, ramah. Selain itu juga pejuang, empati tiggi dan humanis. Ia menumbuhkan kebangaan atas sejarah Minangkabau.
Hasril Chaniago (HC) menyebut, karya Mestika soal PDRI, merupakan sumbangan terbesar Mestika.

Dalam sejarah nasional, PDRI hanya ada tiga kalimat, kata HC, tapi Mestika mengubahnya menjadi satu buku dan jadi satu bab penting dalam Indonesia dalam Alur Sejarah.

“Saya lama sekali berguru tanpa sejarah pada almarhum,” kata HC pula.

Ia menyentil, para peneliti, selalu bersandar pada pendapat ini dan itu serta ahli ini dan itu, lantas mana “pendapat diri sendiri?” Ini yang ditekankan oleh Mestika.

HC ungkapkan banyak hal tentang pak Mestika dan Sejarah Sumatera Barat.

“Pak Mestika menegaskan penting belajar sejarah itu untuk membangun masa depan”kata Hasril.

Menanggapi sambutan ketua Iluni Khairul Jasmi yang mengatakan, jangan anggap remeh sejarah, Hasril mengatakan bahwa sakarang bangsa kita akan menghapuskan pelajaran sejarah

“Saya kira kita perjuangkan agar pelajaran sejarah ini tidak ditinggalkan, mari dimulai oleh alumni sejarah IKIP dan UNP ini ” kata Hasril.

Ketua Iluni Khairul Jasmi mengatakan, untuk melestarikan gagasan dan pandangan Mestika Zed kita menyelenggarakan seminar seminar seperti webinar ini, kemudian kita menulis buku buku sejarah, membuat pusat studi sejarah dengan nama Mestika.

Prof Erwiza Erman mengapresiasi penghargaan yang cukup banyak untuk Mestika sebagai seorang sejarawan yang produktif.

Sependapat dengan Hasril dan Khairul, Erwiza mengungkapkan perhatian Mestika terhadap masalah masalah kekinian seperti masalah keadilan dan korupsi dinegeri ini.

“Dia sangat konsern terhadap masalah masalah aktual menandakan beliau adalah seorang yang sangat perhatian kepada negeri ini” katanya

Menyangkut “kepergian” pak Mestika, Erwiza yang.menyebutkan secara fisik kepergian Mestika tak memperlihatkan tanda-tanda, tetapi sesungguhnya ia memperlihatkan tanda-tanda.

“Tanda-tanda itu adalah kelebihan yang diperlihatkan yakni kepribadian yang baik, pengadiannnya yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan dan pengabdian beliau kepada institusi” katanya. (rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top