Daerah

Dr. Deni Satria: Akhir dari Ilmu itu adalah Adab

Dibaca : 337

Agam, Prokabar — Dr. Deni Satria, Direktur Utama Yayasan Cendana Provinsi Riau selaku alumni SMAN 1 Tanjung Raya mencoba memotivasi dan membantu peningkatan Sumber Daya Guru dalam pengembangan pemanfaatan teknologi internet, komputer dan android. Implementasi itu melalui program pelatihan Schoology dan Examview.

“Saya bermimpi agar sekolah saya ini dikenal di Indonesia, bahkan Di Dunia. Seluruh Guru dan siswa fasih menguasai digitalisasi teknologi jaringan internet,” ungkapnya kepada Prokabar.com, usai ditemui di SMAN 1 Tanjung Raya, Minggu (26/7).

Sebagai alumni sekaligus putra daerah Danau Maninjau, berharap kejayaan tokoh inteletual Kabupaten Agam kembali bangkit dan melahirkan generasi cerdas dan beradab. Lahir kembali cendikiawan-cendikiawan baru ranah minang, pahlawan nasional baru dan Buya Hamka baru. Terutama melalui SMAN 1 Tanjung Raya ini.

Doktor Deni sempat mengkisahkan perjuangan dan kegigihan dirinya dalam menuntut ilmu, hingga mampu sukses menjadi seorang direktur utama di salah satu sekolah swasta terpandang di Provinsi Riau.

“Pada tahun 2016 lalu, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan doktor ke Bandung. Yaitu Universitas Islam Nusantara. Pada saat itu, saya harus menghabiskan uang sekitar 4-5 juta perminggu. Meski pahit dan berkat dukungan rekan-rekan senasib seperjuangan, cita-cita itu akhirnya dapat tercapai juga,” tuturnya.

Melihat kondisi sulit dan tekanan aman tinggi, memaksa dirinya untuk memiliki target agar jangka 3 tahun tuntas. Namun berhasil menamatkan sekitar 2,5 tahun.

“Selama kuliah lancar, tapi saat proposal dan sidang terbuka dengan enam dosen penguji, dihadiri semua undangan dan publik. Di sinilah benturan keras dan kecerdasan diplomasi dibutuhkan. Berkat kesantunan jiwa, keelokan budi, kemudahan pun diperoleh dari Pembimbing Utamanya, Profesor Doktor Haji Iim Walisman, gelar doktor itu akhirnya dapat dilalui dengan IPK 3.81,” terangnya.

Terkait kehadiran ia ke SMAN 1 Tanjung Raya ini, sebagai bentuk abdi dan loyalitas alumni angkatan 1991. Memberikan apa yang bisa diberikan, agar terjadi peningkatan atau pembaharuan ada sekolah tersebut.

“Sebagai Direktur Yayasan Cendana milik PT. Chevron Pasifik Indonesia, saya sangat tegas dan bijaksana. Baik kepada Kepala Sekolah maupun semua guru pendidik. Setiap hari guru harus ada perubahan meski memindahkan satu pot dari depan ke belakang,” terangnya.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top