DPRD Rapat di Hotel, Pengamat: Bagian dari Korupsi

Penulis -

Jumat, 1 November 2019 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Muhammad Taufik, mengingatkan dewan agar memperhatikan aspek kemanusiaan di saat daerah tengah mengalami defisit.

Rapat di hotel memang sudah dibolehkan sejak larangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dicabut. Artinya, rapat di hotel sah menurut aturan yang ada saat ini.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Meski begitu, ada pertimbangan lain yang tidak kalah penting bagi para wakil rakyat. “Yaitu aspek kemanusiaan. Secara etik, secara moralitas publik apakah pas (menggelar rapat di hotel saat daerah defisit, red)?” tanya Muhammad Taufik.

Menurutnya, aspek kemanusiaan harus menjadi pertimbangan serius sebelum mengambil keputusan walaupun aturan tidak melarang.

Bila korupsi dimaknai lebih progresif, kebijakan dewan yang tidak mengutamakan kepentingan masyarakat, dapat dikatakan tindakan korup.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berbeda jika korupsi dimaknai sebatas pengambilan uang atau kekayaan negara secara ilegal. Maknanya tentu terpaku pada pengambilan uang, merugikan negara, atau secara administratif salah.

Pejabat daerah sudah waktunya menyadari kebijakan tanpa pertimbangan kemanusiaan sebagai tindakan korupsi kekuasaan. Halal secara hukum saja tidak cukup menjadi alasan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Apalagi dewan adalah representasi moralitas publik. Jangan sampai pertimbangan dewan sebelum mengambil kebijakan hanya sebatas kepastian hukum.

Pertimbangan dewan mesti kesejahteraan, situasi dan kondisi daerah. “Kalau anggaran defisit kenapa harus di Padang, kenapa tidak di Pesisir saja. Apalagi gedung dewan bagus dan representatif,” tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB