DPRD Pessel, Pertanyakan Kemana Uang Pengganti Pukat Harimau Mengalir

Penulis -

Selasa, 14 Januari 2020 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, mempertanyakan aliran anggran pengganti pukat harimau tahun 2019 untuk nelayan di wilayah Linggo Sari Baganti batal diberikan.

Informasi dihimpun Prokabar.com batalnya alat pengganti tersebut yang diberikan oleh Pemkab Pessel karena, alasan nelayan menolak.

Selanjutnya, anggaran tersebut mengruk APBD Pessel tahun 2019 Rp2,4 miliar dan APBD Pemprov Sumbar tahun 2019 Rp2,5 miliar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Wakil Ketua DPRD Pessel, Jamalus Yatim mengatakan, pihaknya mempertanyakan kepada Dinas Perikanan kenapa alat pengganti itu tidak diberikan kepada nelayan.

“Kami mempertanayan uangnya, kemana lari uang itu, kalau Dinas Perikanan beralasan adanya penolakan dari nelayan itu tidak alasan mendasar, kami akan panggil itu Dinas Perikanan, “ujarnya pada Prokabar.com Selasa (14/1) di Painan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menambahkan, apapun kebijakan pemerintah pihaknya tidak pernah diajak sama sekali apalagi soal kebijakan menyalurkan bantuan.

“Kami tidak pernah tau soal itu, apuan kebijakan pemerintah kami tidak pernah diajak, jadi kami mempertanyakan kemana uang itu mengalirnya, “ujarnya lagi.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengaku, anggran APBD tahun 2019 Rp2,5 miliar itu tidak jadi diberikan alat penggantinya kepada nelayan, karena nelayan saat itu menolak. Sedangkan, anggran Rp2,4 miliar bersumber dari APBD Sumbar juga ditarik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Jadi anggran Rp2,5 miliar itu sudah kami kembalikan ke Kas daerah, karena nelayan menolak, setelah uang itu dikembalikan, kami pun tidak tau anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan apa, “tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB