Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

DPRD Padang Pastikan Kesiapan Prokes Belajar Tatap Muka

Dibaca : 89

Padang, Prokabar – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang sebut sekolah-sekolah telah siapkan Protokol Kesehatan pada masing-masing sekolah. Hal itu terkait dengan rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 mendatang.

“Jika memang di 2021 sekolah tatap muka berlangsung, sekolah telah siapkan sarana dan prasarananya. Ini dalam rangka menghindari penularan Covid 19 dan mewujudkan keselamatan pada anak didik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Padang, Habibul Fuadi di hadapan Komisi IV DPRD Kota Padang saat berkunjung ke Disdik Padang, Kamis (25/11).

Dia mengatakan, semua sekolah telah tersedia tempat cuci tangan, alat ukur suhu, phsycal distancing dalam belajar dan wajib pakai masker bagi anak yang datang ke sekolah.

Dijelaskan, Disdik Padang sifatnya menanti Instruksi Mendikbud soal sekolah tatap muka serta melihat siklus di suatu Kelurahan kasus Covid 19. Jika sudah hijau, maka baru diizinkan tatap muka. Jika masih terdapat kasus tentu proses belajar masih daring.

“Tatap muka yang boleh, melihat kondisi wilayah terkecil, seperti kelurahan lokasi sekolah itu berada,” ujarnya.

Adanya wali murid yang masih takut sekolah tatap muka karena kasus Corona naik turun lanjutnya Disdik izinkan memilih bagi wali murid yakni Daring dan Tatap Muka.

“Kita tak memaksakan keinginan. Orang tua atau siswa boleh memilih mau tatap muka atau daring. Yang pasti pelaksanaan belajar tatap muka, hanya 50 persen dari jumlah siswa,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Padang Azwar Siry sangat mendukung proses belajar tatap muka. Namun harus patuhi protokol kesehatan dan pada zona hijau.

“Kita sangat menyambut baik, sebab belajar tatap muka bisa meeubah pola pikir anak,” ujar kader Demokrat ini.

Ia mengatakan, Komisi IV DPRD Padang akan lakukan peninjauan ke sekolah melihat kesiapan sekolah tatap muka. Baik sarana dan prasarananya dan lainnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani mengatakan jika sebagian wali murid tak mau tatap muka, tentu proses daring harus diikuti anak seperti biasa.

“Kita serahkan semua pada wali murid dan tak ada paksaan,” ujar kader Gerindra ini.

Ia mengajak semua pihak dapat berperan dalam hal ini. Supaya klaster baru tak muncul dan belajar tatap muka yang diwacanakan berjalan maksimal. (vina)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top