DPRD Minta pemprov Sumbar Perketat izin Tambang

Penulis -

Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi minta Pemprov untuk memperketat perizinan tambang dengan melakukan verifikasi langsung terhadap izin yang diberikan.

“Kita minta ada kebijakan strategis untuk memperketat persoalan izin tambang ini,” katanya, kemarin.

Ia mencontohkan untuk izin lingkungan, amdal kewenangannya berada di pemkab atau pemko di daerah. Apabila pengusaha telah memiliki izin maka mereka mengajukan izin operasi kepada pemprov untuk minta izin operasi tambang

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dalam hal ini pemprov yang menerima usulan harus melakukan klarifikasi terhadap dokumen tersebut.

“Apa benar tidak ada rumah penduduk di lokasi tambang, apa benar luas tambang yang diajukan dan semacamnya,” kata dia.

Pemprov harus melakukan verifikasi surat mulai dari RT, RW, Nagari, serta kelayakan amdal itu sendiri.

Menurut dia, dalam ranah ini banyak oknum yang bermain dan mengambil keuntungan dari perizinan ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Jika bermasalah akan memicu konflik sosial, belum lagi bencana yang dapat merugikan daerah,” katanya.

Ia berharap jangan sampai untuk keuntungan yang sedikit, pemerintah dan masyarakat setempat memberikan wilayah mereka menjadi tambang yang dapat merusak lingkungan.

“Lahan ini akan kita wariskan kepada anak cucu nantinya dan harus ada pemikiran yang tepat untuk memberikan izin ini,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan hasil temuan mereka di lokasi tambang yang ada di daerah itu

Menurut dia, temuan ini akan menjadi prioritas untuk pembenahan ke depan untuk perizinan tambang di daerah tersebut.

“Kita akan undang akademisi, pihak terkait, Walhi, dan lainnya untuk melakukan kajian terhadap persoalan ini secara bersama nanti,” kata dia.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB