Bukittinggi, Prokabar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi meminta Pemko Bukittinggi tak membuka kawasan Pedestrian Jam Gadang saat momen pergantian tahun pada 31 Desember 2018 mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Komisi III DPRD Bukittinggi, Rusdi Nurman. Ia mengatakan, langkah tersebut layak diambil untuk menyelematkan aset berharga kota wisata itu.
“Secara riil Pedestrian kan belum selesai 100 persen, baiknya ya ditutup hingga betul-betul selesai, nanti bisa rusak kalau berbondong-bondong yang ke sana,” katanya, Rabu (26/12).
Rusdi mengharapkan, kondisi ini bisa dipahami secara menyeluruh agar aset Pedestrian itu tak rusak.
“Ini tentang menjaga aset yang ada, kan lebih optimal dibuka saat sudah betul-betul selesai dan tidak dipaksakan,” pungkasnya.
Saat ini, pengerjaan Pedestrian Jam Gadang yang menghabiskan dana sebesar 16,4 rupiah itu memang belum selesai sepenuhnya. Pemko Bukittinggi menargetkan hal ini selesai sebelum pergantian tahun.
Saat ini terlihat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di kawasan tersebut dan belum ada jawaban resmi dari Wali Kota apakah Jam Gadang akan dibuka atau tidak.
Selama ini, setiap pergantian tahun, Jam Gadang merupakan pusat titik kumpul di Bukittinggi yang bisa dikunjungi ribuan orang saat momen itu.(*/mbb)
















