DPD RI Dorong Pemerintah Bentuk Crisis Centre Covid-19

Penulis -

Kamis, 5 Maret 2020 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menilai penjelasan langsung dari Presiden Joko Widodo tentang sudah ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus corona (Covid-19) merupakan bukti Pemerintah Indonesia menyikapi serius wabah virus corona.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin lewat rilisnya di sela-sela kunjungannya ke Provinsi Papua bersama Ketua MPR RI dan Pimpinan DPR RI

“Kita saksikan, Presiden langsung memberikan keterangan tentang ada dua WNI terinfeksi virus corona. Ini sesungguhnya bukti bahwa Presiden yang juga Kepala Pemerintahan serius menyikapinya,” kata Sultan dilansir Rabu (4/3)

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Menurut Senator asal Provinsi Bengkulu itu, keseriusan Presiden Jokowi menyikapi penyebaran virus corona ini harus diikuti oleh semua instansi terkait untuk bersinergi dan melepaskan ego sektoral di antara pihak-pihak terkait.

“Saran saya ke Pemerintah, sebaiknya segera bentuk crisis centre Covid-19. Kumpulkan para ahli yang tersebar di banyak kementerian atau lembaga di dalam satu wadah yang secara khusus menanggulangi wabah virus corona ini sehingga apa pun perkembangan dari waktu ke waktu terkait penyebaran virus corona ada institusi khusus menanganinya sebagai simbol bahwa Negara hadir melindungi warganya,” saran Sultan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Diingatkannya, crisis centre dimaksud sudah sangat dibutuhkan karena dalam kenyataannya terlalu banyak informasi yang tersebar mengenai korban virus corona tapi sangat diragukan akurasinya sehingga memicu ketakutan bagi masyarakat. “Sejenis hoaks begitulah. Tapi itu sangat menakutkan masyarakat,” ujar Sultan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selain itu, Sultan mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang berinisiatif mendirikan crisis centre untuk meminimalisir dampak virus corona. Agar semua aktifitas tersebut terkoordinasi dan efektif, Sultan berharap agar pemerintah pusat segera mengintegrasikan  penanganan wabah virus corona secara terpusat agar terkoordinasi, terpadu, dan terintegrasi.

“Sekali lagi, crisis centre ini penting untuk menjamin kehadiran negara dalam penanggulangan penyebaran virus corona selama 24 jam,” pungkasnya. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB