Dosen dan Unand Jalankan Program PKP di Simpati Pasaman

Penulis -

Senin, 21 Desember 2020 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Dalam membantu meningkatkan kapasitas kelompok tani Aur Serumpun Nagari Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati (Simpati), Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) berkolaborasi dengan dosen dari jurusan Teknik Pertanian dan Biositem beserta dosen dari jurusan Kimia Universitas Andalas (Unand) yang difasilitasi oleh Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LPPM Universitas Andalas menggelar Forum Group Discussion (FGD) beserta penandatangan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk membantu mitra tumbuh kembang dengan rencana usaha pengolahan jagung serta produksi kompos untuk periode 2 sampai 3 tahun kedepan.

Kegiatan FGD dengan Kelompok Tani Aur Serumpun ini digelar di Restauran Sederhana Padang, Minggu (20/12).

Dari kegiatan FGD yang telah dilakukan selama ini, baik yang dilakukan secara daring maupun diskusi langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Diketahui, kelompok tani Aur Serumpun merupakan kelompok tani yang sudah cukup lama berkecimpung dalam pengelolaan komoditas jagung di Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Kelompok Aur Serumpun diketuai oleh Masril, dimana kegiatan utama kelompok tani ini adalah membudidayakan tanaman jagung dan menjual biji jagung untuk bahan baku pakan ternak.

“Saat ini biji jagung dijual ke daerah Payakumbuh. Pada saat ini, proses pengeringan biji jagung hanya dilakukan secara manual, sehingga ada kalanya jagung tidak dapat dikeringkan secara sempurna. Untuk itu, perlu dikenalkan teknologi pengolahan jagung untuk mengantisipasi produk biji jagung yang tidak dapat dikeringkan secara sempurna,” ujar Masril selaku ketua kelompok tani.

Selain itu, kata Masril, dengan tingginya produksi biji jagung, banyaknya limbah tongkol jagung juga semakin banyak dan dapat menggangu proses pengeringan karena lahan jadi terpakai untuk menampung limbah yang dihasilkan.

Saat ini, kelompok tani Aur Serumpun sangat mengharapkan transfer teknologi dan pendampingan terhadap permasalahan alternatif pengolahan biji jagung serta pengolahan limbah tongkol jagung yang jumlahnya sangat banyak.

Kelompok tani mengharapkan selain mengolah sendiri biji jagung yang selama ini langsung dijual ke daerah payakumbuh dan limbah tongkol jagung yang setiap pemanenan terus bertambah menjadi permasalahan yang sangat menggangu karena akan mengganggu lahan pengeringan yang sudah ada.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Saat ini, selain ditumpuk limbah tongkol jagung dibakar yang menjadi potensi pencemaran lingkungan.

Dari hasil diskusi, disepakatilah bahwa akan dikenalkan dan laksanakan program kerja sama berkelanjutan antara Masril sebagai ketua kelompok tani Aur Serumpun dengan dosen Unand yang dalam hal ini diwakili oleh tim PKM Unand yang terdiri dari Daimon Syukri, Nika Rahma Yanti, Emil Salim, Ismed, Cesar Welya Refdi, Wellyalina, Felga Zulfia Rasdiana dan Aisman  yang didukung oleh tim Pakar dari Jurusan THP Unand yang diketuai oleh Prof Dr Kesuma Sayuti MS.

Dosen Unand akan memperkenalkan pengembangan usaha jagung dengan memproduksi jenis kerupuk jagung yang dikenal juga dengan istilah tortilla chips, beserta teknologi pengolahan kompos dari limbah tongkol jagung.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk makanan ringan yang praktis dan siap santap seperti tortila ini nampaknya memberikan harapan baru bahwa diversifikasi jagung menjadi tortila dapat diterima oleh masyarakat secara umum,” ujar ketua tim PKM THP Unand, Daimon Syukri.

Selain itu, tambah Daimon, sudah diketahui secara umum bahwa pembuatan kompos merupakan salah satu jenis kegiatan yang dapat memberikan banyak keuntungan. Selain dapat mengurai sampah organik, produksi kompos selain dapat dijual, produk kompos dapat digunakan oleh petani itu sendiri untuk menunjang proses budidaya bahan baku yang mereka lakukan.

“Dengan adanya program kerjasama antara Unand dengan kelompok tani Aur Serumpun ini, maka akan dilakukan kegiatan rutin berupa pengenalan teknologi pengolahan hasil pertanian terhadap masyarakat di nagari Simpang secara berkala, dan program ini sudah direalisasikan mulai bulan Desember tahun ini sampai 3 tahun kedepan,” pungkas Daimon Syukri. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB