Donny Moenek : Kasus Masjid Raya Sumbar, Mari Ambil Hikmahnya

Penulis -

Senin, 2 Maret 2020 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Kasus dugaan korupsi di Masjid Raya Sumbar, merupakan pelajaran hebat. Karena itu, jika ada yang membahas maka hal tersebut karena rasa memiliki yang tinggi.

Masjid Raya itu dibangun oleh gubernur ke gubernur yang lainnya, bahkan daerah lain ikut membantu.

“Memang sangat disayangkan di tengah pemerintah terus berusaha membangun transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara maupun keuangan daerah serta memperbaiki governance / tata kelola, masih ditemukan praktik-praktik korupsi,” kata sekjen DPD RI Donny Moenek yang juga merupakan pj Gubernur Sumbar, Senin (2/3).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
2015 : Wapres Jusuf Kalla dan Pj Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, saat berkunjung ke Masjid Raya membahas percepatan pembangunan Masjid Raya. (dok)

Donny kala itu menjadi penginisiasi percepatan pembangunan Masjid Raya dengan tak melalui dana APBD.

Ia yakin Pemprov Sumbar akan mampu menyelesaikan masalah ini dan memberikan hukuman. “Kabarnya sudah di tangan polisi,” kata Moenek.

Dia mengatakan, semestinya ini benar-benar tidak boleh terjadi, manakala terdapat mekanisme early warning system melalui perbaikan akuntabilitas serta berfungsinya APIP maupun pengawasan melekat/waskat.

Pembangunan Masjid Raya kala itu.

Ia yakin telah dibangun sistem tata kelola keuangan internal dengan mekanisme sistem aplikasi antara Badan Pengelola Keuangan dengan Bendahara Penerimaan dan Pengeluaran Pemda termasuk berfungsinya review oleh Inspektorat pada saat penyusunan laporan keuangan konsolidasi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Dalam yakin itulah yang heran, kenapa bisa terjadi uang masjid ditilep oleh seorang ASN.

“Bisa jadi pembukuan oleh bendaharanya masih manual tidak bersifat tersystem dalam aplikasi menyusun buku kas umum maupun jurnal,” katanya.

Karena itulah, lambat terdeteksi oleh Badan Pengelola Keuangan dan Inspektorat.

Menurut Moenek, kalaulah sistem informasi pengelolaan keuangan daerah internalnya berjalan baik ditambah dengan banyak tersedianya tenaga akuntansi, hal itu bisa diatasi.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
Donny menggagas melobi provinsi lain seperti Papua, DKI Jakarta, Riau membantu percepatan pembangunan Masjid Raya 2015.

“Minimal D3 Akuntansi yang menguasai sistem informasi pada bendaharawan maka pada saat penyusunan laporan keuangan berupa jurnal dan buku kas umum, tak akan terjadi hal semacam ini,” kata dia.

“Yang pasti, ini pengalaman, tak seorang pun menginginkan hal ini terjadi, saya tak bermaksud menyalahkan siapa-siapa. Ini lebih kepada upaya perbaikan dan pembenahan sistem,” demikian Donny Moenek.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB