Dollar Kembali Tembus Rp15.000, Ini Tanggapan Menkeu

Penulis -

Rabu, 3 Oktober 2018 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, bahwa dirinya bersama-sama Bank Indonesia (BI) dan Menko Perekonomian terus melihat perkembangan nilai tukar rupiah, yang pada perdagangan hari ini sudah menemus angka Rp15.000 per dollar AS.

“Bahwa perkembangan ini tentu akan direspons oleh para pelaku ekonomi,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/10) sore.

Menkeu meyakinkan dirinya akan melihat terus indikator-indikator yang menopang perekonomian dalam negeri. Umpamanya kalau dari sisi perbankan apakah sektor perbankan cukup kuat dan terus akan bisa menyesuaikan dengan nilai Rp15.000 ini.

Baca Juga :  Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

“Kita lihat dari capital adequacy ratio (CAR) nya mereka, dilihat dari non performing loan mereka, dilihat dari landing rate mereka, semuanya sampai dengan bulan Oktober ini dan nampaknya adjustment  terhadap angka Rp15.000 terjadi secara cukup baik,” terang Sri Mulyani.

Sementara kalau dilihat dari sektor riil pertumbuhan ekonomi, menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, hingga kuartal ketiga diperkirakan masih cukup tinggi.

Bahkan bulan September kemarin, lanjut Sri Mulyani, mengalami penurunan deflasi, dan grossterutama dikontribusikan dari sektor konsumsi, investasi dan pada degree tertentu adalah ekspor dan belanja pemerintah yang sudah tumbuh diatas 8% bisa memberikab kontribusi yang bagus.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Sementara dari sisi kestabilan secara umum, Sri Mulyani meyakini Bank Indonesia akan terus mengelola nilai tukar ini sehingga bisa mengawal perekonomian menyesuaikan dengan suatu tingkat equilibrium baru.

“Kita tentu semuanya berharap dan akan terus menjaga menggunakan instrumen yang ada,” tegas Sri Mulyani seraya menambahkan, dari Kementerian Keuangan sendiri akan menggunakan instrumen APBN fiskal di dalam menjaga perekonomian, baik dalam artian menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan stabilitas dan juga untuk melindungi terutama kelompok masyarakat yang paling rawan.

Baca Juga :  Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

Karena itu, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dirinya melihat pergolakan nilai tukar rupiah ini sebagai suatu tingkat yang harus dilihat secara seksama.

Namun Sri Mulyani juga melihat bahwa adjustment atau penyesuaian dari perekonomian kita terhadap level normalisasi dari kebijakan moneter Amerika yang berdampak terhadap nilai rupiah bisa berjalan cukup baik.

Karena itu, Menkeu berharap penyesuaian  ini akan bisa muncul dalam bentuk tetap indikator-indikator perekonomian yang bisa dijaga secara baik. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan
Kolaborasi Inklusif Tab Space dan JNE Warnai Eksibisi Panasonic Art with Heart 2026
Sinergi JNE dan TIKI Sambut Idul Adha 1447 H: Tebar 30 Ekor Sapi Kurban hingga Hadirkan Beragam Promo Menarik
Dony Oskaria Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:40 WIB

Wamendiktisaintek Apresiasi Nindya Karya, Sekolah Garuda Jadi Prioritas

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:29 WIB

Presiden Pecat Kepala BGN dan Dua Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang Naik Jadi Kepala yang Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rahmat Saleh Dorong Gerakan Makan Ikan Masuk Masjid dan Lembaga Pendidikan

Berita Terbaru