Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dokter Mawardi Positif Covid 19. Puskesmas Batipuh dan X Koto Tracing Riwayat Kontak

Dibaca : 468

Tanah Datar, Prokabar – Dinas kesehatan Kabupaten Tanah Datar turut melakukan tracing terhadap orang yang diduga memiliki riwayat kontak erat dengan dokter Mawardi yang sebelumnya dinyatakan terinveksi Covid 19.

Hal ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Luhak Nan Tuo, terlebih dokter Mawardi memiliki pasien yang cukup banyak, yang tidak hanya berasal dari kota Padang Panjang, melainkan sebagian juga berasal dari Tanah Datar.

Kabid P2P Dinkes Tanah Datar, Roza Mardiah mengatakan jika tracing dilakukan oleh pihak Puskesmas terutama diwilayah administrasi Batipuh dan X Koto. Sesuai dengan pedoman Kemenkes, tracing dilakukan bagi warga atau orang yang memiliki riwayat kontak erat 2 hari sebelum pasien (dr. Mawardi) diketahui positif Covid 19.

“Kawan-kawan kita saat ini tengah melakukan tracing terhadap orang yang pernah kontak erat. Untuk hasilnya belum bisa kita ketahui,” ungkap Roza saat dihubungi melalui sambungan telfon, Selasa (23/6).

Memutus penyebaran Covid 19, Roza pun menghimbau masyrakat untuk segera melapor ke puskesmas terdekat jika merasa pernah memiliki riwayat kontak erat, terlebih saat berobat ke klinik dokter Mawardi.

“Bapak dokter Mawardi kan membuka praktek juga, jadi kita himbau masyarakat yang pernah kontak erat dua hari sebelum diketahui bapak Mawardi positif Covid 19 untuk melapor,” katanya.

Menanggapi, berbedanya penangan tracing terhadap riwayat kontak erat paisen Covid 19 antara Tanah Datar dengan kota Padang Panjang yang melakukan 14 hari sebelum dinyatakan terinveksi, dijawab Roza Mardiah jika sesuai pedoman yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan hanya dua hari sebelum pasien dinyatakan sakit.

“Tadi Kadinkes kita sudah berkordinasi dengan Kadinkes Padang Panjang, mengapa mereka 14 hari. Hasilnya, kita tetap berpedoman kepada Kemenkes,” jawab Roza Mardiah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuruyuar dalam video yang dirilis Dinas Kominfo mengatakan Pendalaman tracing atau orang yang pernah kontak dengan beliau terus dilakukan, khususnya bagi orang yang pernah kontak dua minggu sebelum dinyatakan positif.

“Bagi orang yang pernah kontak dengan bapak Mawardi dan ibu, baik bagi warga Padang Panjang dan sekitarnya, terhitung dua minggu kebelakang harus kita lakukan swab,” ucapnya.

Dr. Mawardi yang diketahui membuka praktek sendiri dengan pasien yang cukup banyak, pemerintah Kota Padang Panjang juga menghimbau masyarakat Padang Panjang dan dari Batipuh X koto yang merasa pernah kontak dengan dr. Mawardi dan ibuk untuk segera melapor.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top