DLH Dharmasraya Gelar Goro Masal Dalam Rangka HPSN

Penulis -

Jumat, 1 Maret 2024 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pegawai Pemkab Dharmasraya saat gelar jumat bersih peringatan HPSN

Para pegawai Pemkab Dharmasraya saat gelar jumat bersih peringatan HPSN

Dharmasraya, Prokabar – Memperingati hari peduli sampah nasional (HPSN) tahun 2024, pemerintah Kabupaten Dharmasraya gelar gotongroyong (Goro) Massal, dalam rangka membersihkan ibukota. Kegiatan tersebut lebih terpusat pada pusat kota daerah mekar itu, Jumat (1/3/24).

Bupati Dharmasraya Desa wakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Waluyo kepada awak media menjelaskan, peringatan HPSN tahun ini menyasar pembersihan sampah plastik berserakan di jalan jalan ibu kota.

Adapun target pengumpulan sampah plastik selama Goro sebanyak 5 ton. Sedangkan sampah plastik berhasil terkumpul akan dipilah dan residunya akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) berada di Gunung Medan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

DLH juga akan melakukan Penukaran sampah yang bisa di daur ulang dengan uang ke bank sampah tersedia. Dengan semangat kebersihan lingkungan secara bersama, pengumpulan sampah plastik dapat tercapai, daerahpun bersih.

“Sesuai pantauan saya di lapangan, sudah lebih lima truk sampah siap diantar ke TPS untuk dipilih,” kata Budi Waluyo.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ia juga menjelaskan, bahwa Goro HPSN 2024 ini, sebagai wujud nyata pegawai Dharmasraya dalam berpartisipasi membersihkan lingkungan sebelum memasuki bulan suci ramadhan. Supaya umat muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Di samping itu, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

Kegiatan lain dalam rangka HPSN 2024, juga ditandai dengan implementasi inovasi GAGAH PISAN. Sebuah inovasi dirancang untuk mendorong berkembangnya ekononi sirkular. Inovasi ini merupakan kolaborasi para walimurid bersama pihak sekolah untuk mendidik para siswa mampu memisahkan sampah dan memanfaatkannya untuk dijadikan tabungan sekolah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Inovasi GAGAH PISAN ini, akan diujicoba di tiga sekolah, yaitu di SMP Unggul, SMPN 2 Pulau Punjung dan SDN 14 Pulau Punjung.

“Kita sudah sosialisasi ke walimurid, guru dan siswa. Tinggal implementasi lagi. Kita tunggu tindak lanjut pihak sekolah,” Pungkas Budi Waluyo. (Fatafza)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB