Dituduh Menelantarkan Warga, Ini Tanggapan Pemko Padang Panjang

Penulis -

Sabtu, 17 November 2018 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padangpanjang, Prokabar — Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai ibu Las (Murni Sulastri), warga RT 05 Kelurahan Silaying Atas, Padang Panjang, yang tinggal di kandang kambing, Sekdako Padang Panjang, Martoni, S.Sos.M.Si menugaskan OPD terkait untuk mengunjungi lokasi tinggal Ibu Las guna mencari kebenaran dan solusinya, Jumat, (16/11).

Dari hasil kunjungan tersebut, selain bertemu dengan ibu Las, tim utusan juga bertemu dengan ayahnya bernama Rusli, (63th). Dari penjelasan Pak Rusli, bahwa ibu Las merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Bernama asli Murni Sulastri, singkat cerita bu Las menjadi penduduk kota Padang Panjang baru 1 tahun sejak akhir tahun 2017. Sebelumnya yang bersangkutan tinggal di Pariaman.

Ayah Pak Rusli yang asli Sungai Limau, pernah bekerja sawit di PTPN3 di Kampung 9 Koto Baru dan berkeluarga di sana. Pak Rusli berpisah dengan istrinya dan tinggal di Pariaman membawa ke 4 anaknya termasuk ibu Las.

Ibu Las dewasa menikah dan ikut suami di Batam. Mengalami masalah RT dengan suami membuat ibu Las pulang ke Pariaman membawa 2 anaknya yang masih kecil. Dari hasil kerja ibu Las memiliki seekor kambing.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Karena bermasalah dengan keluarganya di kampung, ibu Las pun menyusul Pak Rusli ke Padang Panjang dengan membawa anak serta 3 ekor kambingnya.

Sehari harinya, Ibu Las tinggal bersama ayahnya di rumah yang dibangun oleh tetangganya di atas tanah keluarga di daerah kelurahan Silaing Atas, Padang Panjang. Di sebelah rumah dibangun kandang kambing sebagai lokasi usahanya. Berkat kegigihannya usaha kambing ibu Las berkembang. Hingga saat ini ibu Las memiliki sekitar 13 ekor kambing.

Namun karena enggan dengan tetangga yang tidak nyaman dengan adanya kandang kambing, ibu Las dan Pak Rusli memindahkan kandang kambing ke lokasi jauh dari permukiman.

Pak Rusli mendapat pinjaman tanah lokasi untuk membangun kandang kambing, yakni di lahan parak yang berjarak kurang lebih 150 m dari rumah pak Rusli. Dimana parak tersebut menjadi sumber mata pencarian Pak Rusli juga. Dan sistem dengan pemilik tanah Pak Rusli berbagi hasil kebun.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dari hasil investigasi tim ke lokasi kediaman ibu Las dapat diperoleh kesimpulan bahwa pada dasarnya, bangunan yang dikabarkan berada di kandang kambing sejatinya bukanlah rumah tinggal sehari hari bu Las. Namun tempat tersebut dibuat untuk ibu Las menjaga kambingnya saja.

Kepastian tersebut juga diperoleh dari RT 05 Silaing Atas, Nasrul. Menurut Nasrul, keseharian ibu Las tinggal di rumah ayahnya. Hunian di kandang kambing yang dikabarkan tempat tinggal tersebut tidak ada baju-baju ganti, tidak ada kamar mandi, tidak ada listrik.

Info dari Pak Rusli, tempat itu dibangun untuk bu Las menjaga kambing-kambingnya. Terutama jika kambing sedang musim peranakan, untuk memastikan kondisi anak kambing baik-baik saja. Dan bu Las sendiri juga meminta dibuatkan bangunan untuk tempat tinggalnya tapi tidak jauh dari kandang kambingnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Info lain yang berhasil diusut dari Lurah Silaing Atas Jeff Raymoon, S.Sos adalah bahwa segala upaya untuk kesejahteraan keluarga ibu Las dan pak Rusli sudah dilakukan sejak 2016. Dimana pak Rusli menerima bantuan mulai dari bedah rumah, sembako, kelengkapan rumah seperti kasur, lemari dan lain lain.

Hal ini karena pak Rusli dan bu Las sudah terdaftar di data BDT dan mendapat bantuan KIS, JMKPP dan ini sudah diserahkan langsung dari Dinas Sosial ke Pak Rusli. Namun untuk ibu Las sendiri karena baru terdaftar sebagai penduduk Padang Panjang di Maret 2018. Untuk pendaftaran BDT masih dalam proses pengajuan.

“Kami dari RT dan Kelurahan akan kembali mencari solusi untuk masalah ini, kendala kami saat ini adalah, ibu Las yang masih enggan untuk direlokasi tinggal jauh dari kandang kambingnya, untuk saat ini Bu Las masih tinggal di rumah ayahnya,” tegas Jeff. (Rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB