Agam, Prokabar.com – Setelah sekian lama bergerak, akhirnya penggerak dan penggiat literasi berhasil berhimpun dan membantuk Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Agam. Pengukuhan secara resmi pada momen Lokakarya Penulisan Cerita Anak melalui Rumah Baca Habibah, di Aula Kantor Nagari Pakan Sinayan, Banuhampu, Minggu (23/8).
Ketua Forum TBM Kabupaten Agam terpilih, Sri Eka Handayani mengatakan, pihaknya sangat bahagia. Pasalnya, usaha dan upaya merangkul penggiat rumah baca maunya taman baca di kabupaten Agam akhirnya tercapai. Sekitar 22 orang pengurus, perwakilan masing-masing pengelola rumah baca dan penggiat di Kabupaten Agam, terhimpun dalam organisasi literasi ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul dalam sebuah momentum yang sangat berarti. Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini adalah awal dari sebuah gerakan, membuat literasi semakin hidup di Kabupaten Agam,” Ungkapnya.
“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin PD Forum TBM Agam periode 2025–2030. Amanah ini tidak akan saya anggap sebagai kebanggaan pribadi, ini adalah tanggung jawab bersama. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, mari kita berjalan bersama. Pengurus dengan pengurus, TBM dengan TBM. Nagari dengan nagari dan Forum TBM dengan seluruh mitra,” Lanjutnya.
Ketua Forum TBM Kabupaten Agam mengajak Kepala OPD dan Walinagari Se Kabupaten Agam. Mengajak dalam pembangunan sumber daya manusia. “Kami berharap adanya dukungan, pembinaan, kebijakan, program, dan ruang kolaborasi agar TBM semakin kuat dan semakin dekat dengan masyarakat. Kepada para Wali Nagari dan Lurah, mari kita hadirkan TBM sebagai ruang tumbuh masyarakat.
Pojok baca atau rumah baca di setiap nagari bukan hanya tempat menyimpan buku. Tetapi tempat anak-anak bermimpi, pemuda berkarya, orang tua belajar, dan masyarakat berkembang.Kami juga berharap setiap TBM dapat terus bergerak sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Saya percaya, literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi adalah tentang membuka pikiran, membangun kemampuan, menciptakan kesempatan, dan membuat masyarakat semakin berdaya. Yang kita butuhkan adalah siapa yang mau bergerak dan berbuat,” Pungkasnya.
Sementara itu, Oyong Liza, Sekretaris Disarpur Agam mengulas dari sisi hukum literasi. Cara Berfikir Sistematis, Sistematik, dan Sistemik adalah ungkapan yang memiliki perbedaan makna dengan sumber satu kata, yakni sistem.
“Kerangka berfikir terstruktur. Cara berfikir seperti inilah yang menjadi kualitas tutur kata, sikap dan prilaku berkualitas. Pintar bertutur dan bercerita, tidak akan berkembang jika tidak mampu menulis. Dengan melahirkan karya tulis berkualitas lah manusia itu menjadi arif dan bijaksana.” Jelasnya.
“Semua ini tentu membutuhkan kualitas membaca buku, diskusi dan mendengar yang berkualitas. Maka kualitas manusia inilah yang benar-benar memiliki filosofi atau ideologi yang arif bijaksana.” Tutup Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Agam. (rud)
















