Pariaman, Prokabar – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Pariaman melakukan pertemuan dengan sejumlah Jurnalis yang bernaung di PWI Pariaman, di Desa Taluak, Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Selasa (9/7).
Kegiatan bertujuan kembali mempererat tali silahturahmi yang gagal dilaksanakan selama Ramadhan maupun pasca lebaran Idul Fitri.
Kepala Diskominfo Pariaman, Nazifah menyebutkan pertemuan ini sangat penting dilakukan agar komunikasi dan kerjasama dengan rekan-rekan jurnalis yang eksis dan aktif membantu Pemkot Pariaman dapat terakomodir dengan baik.
“Kami mewakili Pemerintah Kota Pariaman sangat membutuhkan Pers sebagai Pilar Ke Empat di NKRI ini. Tanpa peranan pers, kita yang bekerja di Eksekutif ini tidak ada apa-apanya dimata publik. Kinerja baik atau buruknya kami di pemerintahan tidak dapat ketahui masyarakat. Karena pers adalah pengkontrol kinerja kami,” kata Nasifah.
Ia melanjutkan, saat ini Pemerintah Kota Pariaman sedang fokus membangun kota tujuan wisata. Oleh sebab itu, bantuan rekan-rekan media sangat kami harapkan dari setiap sudut pandang. Terutama membangun citra positif kepada masyarakat di luar kota Pariaman, sehingga wisatawan semakin ramai ke Kota Tabuik ini.
Selain itu, Mantan Kabag Organisasi ini beserta jajarannya juga akan mengakomodir segala kebutuhan awak media sesuai kemampuan Diskominfo nantinya. Termasuk informasi kegiatan beserta akomodasi lainnya.
Disamping itu, Ketua PWI Pariaman, Ikhlas Bakri beserta rekan-rekan wartawan menyambut baik Diskominfo tersebut. “Kita sangat senang akhirnya pertemuan yang direncanakan pada bulan suci Ramadhan dapat terwujud hari ini. Dengan adanya pertemuan ini, segala permasalahan yang sempat terjadi dapat menjadi bahan evaluasi agar tidak ada miscomunikasi nantinya,” kata Ikhlas.
Pada pertemuan tersebut dapat disepakati, setiap pemberitaan yang diberitakan hendaknya informasi edukatif dan bersifat membangun. Kritikan positif tanpa memiliki niat buruk dan tidak menyudutkan satu pihak.
“Kita akan mencoba mengatasi pemberitaan-pemberitaan oknum wartawan yang tidak memiliki etika dan melanggar kode etik jurnalistik. Baik dengan cara berdiskusi, mendidik atau maupun cara solusi lainnya,” tutup Ketua PWI Pariaman dua periode tersebut. (rud)
















