Diserang Cabai Medan, Harga Cabai Lokal di Pasaman Terjun Bebas

Penulis -

Sabtu, 2 Februari 2019 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Harga cabai terjun bebas di Pasaman. Para petani pun mulai was-was. Berbanding terbalik dengan para ibu rumah tangga, yang tersenyum sumbringah.

“Sudah dua pekan ini harga cabai murah di Pasaman. Jumlah penjualan pun meningkat drastis. Rata-rata ibu rumah tangga melebihkan stock cabainya di rumah, makanya cabai laris -manis,” kata Andi, salah seorang pedagang kebutuhan dapur di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Sabtu (2/2)

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Diakui Andi, harga cabai terjun bebas dari harga Rp25 ribuan per kilogram menjadi Rp20 ribu hingga tercatat Rp16 ribu pada pekan kemarin.

“Sekarang malah bertengger di harga Rp14 ribu,” kata Andi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Peindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ishak mengakui anjloknya harga cabai di pasar tradisional di Pasaman lantaran diserang cabai dari Medan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Banyak cabai dari daerah tetangga yang menyasar beberapa pasar di Pasaman. Seperti cabai medan yang harga jualnya berada di harga Rp14 ribu per kilo. Sementara untuk cabai dari petani Pasaman harga jual per kilonya berada di harga Rp20 ribu. Karena ada yang murah, makanya cabai Pasaman tergeser dari lirikan konsumen,” kata Ishak.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Belum ada tindakan pasti atas gejolak harga cabai yang terjadi di Pasaman. Diakui Ishak, dari pengalaman pantauan pihak dinas, anjloknya harga cabai ini tidak akan berlangsung lama. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB