Pasaman, Prokabar — Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyentuh pondok-pondok pesantren di Pasaman. Satu unit gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas pun dibangun kementrian di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum YAPA Kombang Baru Tapus, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Geugur.
“Tujuannya jelas, biar mantap Sumber Daya Manusia (SDM) siswa pesantren,” kata Kepala UPTD BLK Kabupaten Pasaman, Haryadi, Jumat (7/12).
Dijelaskan Haryadi, filosofi pembangunan BLK Komunitas di Ponpes Darul Ulum, sebagai proyek percontohan. Pada 2016 Kementerian Ketenagakerjaan telah mendirikan BLK di 50 pondok pesantren dan di 2018 sebanyak 75 pondok pesantren. Salah satunya di Ponpes Darul Ulum.
“Pembangunan BLK ini dikerjakan secara swakelola. Pembangunannya sudah tahap 90 persen. Anggaran untuk BLK komunitas ini Rp1 miliar. Rp400 juta – Rp550 juta untuk fisik. Kemudian sisanya untuk peralatan dan pendidikan calon instruktur,” kata Haryadi.
Setiap pesantren diakui Haryadi, bisa mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan dana pembangunan BLK Komunitas dari Kemnaker. Syaratnya harus ada lahan kosong yang cukup luas untuk membangun gedung BLK.
“Tahun 2019 kita mengajukan tujuh Ponpes untuk dibangun BLK Komunitas, dengan anggaran Rp1 miliar per satu unit gedung. Mudah-mudahan terealisasi,” kata Haryadi.
Tujuh Ponpes itu yakni Ponpes Darul Ulum Simatorkis, Ponpes Darul Ulum Mudik Tampang, Ponpes Bahrul Ulum, Panti, Ponpes Cubadak, Duo Koto, Ponpes di Bonjol, MAM Sontang dan Ponpes Darussalam Tsalis.
Selaku Kepala BLK di kabupaten itu, pihaknya berharap kehadiran BLK komunitas mampu membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja handal dan mempercepat peningkatan kompetensi masyarakat. Khususnya, bagi generasi muda Pasaman memiliki skill dalam menyongsong masa depan. (Ola)
















