Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Disdikbud Agam Persiapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka

Dibaca : 62

Lubuk Basung, Prokabar — Menunggu masuk zona kuning terkait pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai mempersiapkan diri untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada pelajar semua tingkatan. Pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat akan dilangsungkan jika daerah setempat sudah berstatus zona kuning.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra Dt. Bandaro menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap mempedomani Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang sudah direvisi. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan di zona kuning dan hijau.

“Kabupaten Agam saat ini masih berada dalam risiko sedang penularan Covid-19 atau berstatus zona oranye. Hasil koordinasi kami dengan Satuan Tugas Covid-19, mudah-mudahan jika kondisi seperti sekarang masih bertahan, 1 atau 2 minggu ke depan kita sudah masuk zona kuning,” ujarnya dikutip AMC, Jumat (20/11).

Pihaknya selalu mengevaluasi perkembangan kasus Covid-19 dengan mempersiapkan sejumlah kajian penerapan pembelajaran tatap muka. Sejumlah sekolah di Agam mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP sudah siap melaksakan pembelajaran tatap muka seiring perubahan status zona nantinya.

“Secara umum sekolah sudah siap. Satu atau dua hari setelah perubahan status zona kuning, kita langsung menggelar pertemuan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Tentunya sesuai dengan keluarnya instruksi Bupati sesuai keputusan SKB Empat Meteri,” ulasnya.

Drs. Isra, M.Pd Dt. Bandaro menyebut, adapun syarat untuk pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 meliputi status zona kuning, izin dari orang tua murid, kesiapan sekolah dengan standar protokol kesehatan dan instruksi kepala daerah.

“Saat ini syarat yang masih ditunggu adalah zona kuning, kesiapan sekolah dan izin orang tua sudah dipenuhi. Seiring dengan zona kuning maka saat itu pula syarat instruksi kepala daerah bisa dipenuhi,” sebutnya.

Mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam proses pembelajaran tatap muka sejumlah skenario juga sudah dipersiapkan. Berdasarkan kajian pihaknya, jumlah murid dalam satu kelas tidak boleh melebih 50 persen total murid. Murid yang tidak mematuhi protokol kesehatan dilarang memasuki perkarangan sekolah.

“Selain penerapan standar prokes sesuai SOP yang sudah ditentukan, jumlah murid juga dibatasi sebanyak 50 persen, anak didik juga wajib patuhi prokes, bagi yang tidak patuh prokes tidak diizinkan masuk ke sekolah, ini sudah ada perjanji pihak komite dan pihak sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam juga terus mensosialisasikan standar protokol kesehatan dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sekolah akan ditutup kembali jika ditemukan kasus Covid-19 pada saat penerapan pembelajaran tatap muka.

“Kita mengimbau sekolah-sekolah supaya tidak ada pelanggaran prokes. Andaikan nanti tatap muka diberlakukan, kalau ada kasus di sekolah, maka segera dihentikan, minimal di sekolah yang bersangkutan, lalu sekolah di kecamatan dan seterusnya,” terangnya lagi.

Ditambahkannya, meski pembelajaran tatap muka sudah dilangsungkan, pembelajaran secara dalam jaringan (daring) juga tetap dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran selama 8 bulan terakhir.

“Pembelajaran daring juga tetap dilangsungkan, tugas guru makin berat, sebab harus mengejar pelajaran yang tertinggal,” imbuhnya.

Untuk mendukung proses pembelajaran daring tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam bersama Telkomsel sedang menggiatkan gerakan Agam Terkoneksi. Dikatakan, dalam waktu dekat sekolah-sekolah di Kabupaten Agam akan terkoneksi jaringan internet.

“Ada sekitar 100 sekolah yang belum terpasang jaringan internet, saat ini pihak Telkomsel tengah melakukan survey, sekolah mana yang sudah bisa dipasang jaringan internet,” sebutnya.

Agar pembelajaran tatap muka bisa dilangsungkan, pihaknya berharap masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, status zona akan sangat bergantung kepada kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Jangan lengah lagi, sebab jika tidak patuh, maka kasus terkonfirmasi akan bertambah, maka berdampak kepada status zona, jika status zona tidak berubah ke kuning maka pertemuan tatap muka tidak bisa dilangsungkan, artinya tidak mematuhi prokes akan merugikan pendidikan anak-anak kita,” tutupnya. (rud/amc).


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top