Disambut Ribuan Ummat, Arcandra: Ngurus Negara tak Selesai di Grup WA

Penulis -

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situjuah, Prokabar – Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Arcandra Tahar mengingatkan masyarakat Minangkabau, untuk terus menjaga dialektika politik yang bermartabat. Layaknya yang dilakukan tokoh tokoh bangsa dari Ranah Minang terdahulu.

“(Berpolitik,-red) dengan cara cara santun, bijak, baik. Saya sedikit yakin, (nantinya,-red) tokoh Sumatera Barat susah lahir jika mengandalkan emosi,” kata Arcandra diiringi tepuk tangan ribuan ummat yang menyambutnya, di Situjuah Tungka, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Sumbar, Jum’at (26/10).

Arcandra Tahar menyebut, dialektika politik yang bermartabat, sejatinya juga akan menghasilkan waktu yang bermanfaat. “Sekarang saya tanya, siapa bisa mengurus negara dengan grup WA saja, lalu menuntaskannya? Tidak ada yang bisa,” jelas Arcandra.

Menjadi sia sia kata tokoh penting dibalik suksesi keberhasilan Presiden Joko Widodo menarik kembali Blok Masela,
Blok Rokan dan Divestasi Freeport tersebut, jika waktu 24 jam dihabiskan di grup grup WA.

Archandra sempat menceritakan kehebatan Ranah Minang pada tempo dulu, ditandai banyaknya pendiri bangsa  lahir dari negeri ini. “Pendahulu kita, pejuang bangsa, banyak dari Ranah Minang. Mereka terbiasa membangun dialektika politik yang bermartabat. Menggunakan akal dari emosi,” kata Archandra.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Pria yang asli urang awak tapi 20 tahun merantau di Amerika Serikat ini berharap, pada tahun politik seperti sekarang, masyarakat Sumbar bisa membangun dialektika politik yang bermartabat, seperti diwariskan para pendiri bangsa.

“Mari kita lebih mencoba mengggali dialektika politik yang bermartabat. Menggunakan akal dari emosi. Karena negara tak selesai dengan grup WA (WhatsApp) saja,” katanya.

Pernyataan Archandra ini, seolah menjadi satire buat banyaknya grup WA di negeri ini yang penggunanya setiap waktu sibuk bergunjing tidak menentu. Berteori setinggi langit. Tapi tak ada bukti nyatanya buat negeri.

Dalam konteks ini pula, Archandra kemudian mengulang pernyataannya, dengan mengajukan pertanyaan balik. “Siapa yang bisa menjamin, negara bisa selesai dengan grup WA saja,” tanya Archandra dengan tutur yang lembut tapi mengena.

Archandra lantas menceritakan keunggulan penemu Apple, Steven Paul “Steve” Jobs, dan penemu Microsoft, William Henry “Bill” Gates. “Mereka, seperti saya bilang tadi (pada awal sambutan), bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat karena sangat menghargai waktu,” kata Archandra yang mengaku datang ke Situjuah setelah berkomunikasi dengan Muhammad Bayu Vesky.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sebelumnya, Archandra pada awal pidatonya, memang sempat menceritakan tentang pentingnya menghargai waktu. “Steve Jobs yang punya Apple dan Bill Gates yang bikin microsoft, punya waktu yang sama dengan kita. Dalam sehari mereka punya waktu 24 jam. Tapi kenapa kita tak punya waktu untuk sesuatu yang bermanfaat? Kenapa kita menyia-nyiakan waktu,” ujarnya.

Kembali kepada cerita tentang grup WA, Archandra Tahar mengajak para pengguna aplikasi lintas platform ini, agar tidak menyia-nyiakan waktu dan lebih sering tabayyun. “Dalam berkomunikasi lewat WA Grup ini, setiap yang kita kirim, ingatlah dengan pesan Alquran. Kata Alquran, jika datang orang fasik, periksalah terlebih dahulu. Tidak ada dikatakan, jika terima berita langsung disebar. Saya tak bisa lanjutkan ayat ini, karena di sini banyak ulama yang lebih paham,” ujarnya.

Disisi lain,  ajakan yang disampaikan Archanda Tahar kepada urang awak agar membangun dialektika politik yang bermartabat, mendapat respons positif dari masyarakat Limapuluh Kota yang mendengar pidatonya.

Bahkan, banyak tokoh yang hadir dalam peresmian sumur bor di Ponpes Al-Makmur, mengaku sependapat dengan Archandra Tahar.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Memang sekarang, dialektika politik yang dibangun, lebih banyak emosional. Tak pakai akal dan hati. Apalagi di sosial media,  seolah-olah semua bisa diselesaikan begitu saja,” kata mantan Sekkab Limapuluh Kota Zadry Hamzah Dt Munsaid, bersama Ketua Nadhlatul Ulama Limapuluh Kota Syahrul Isman, Wali Nagari Tungkar Syafrizal Dt Pado, dan Wali Nagari Situjuahbatua DV Dt Tan Marajo.

Acara peresmian sumur bor kemarin, menjadi kian riuh, saat ratusan santri, santriwati dan pelajar, menyambut Arcandra dan sang istri dengan yel yel dan mendoakan pemimpin di Negeri ini, dilindungi Allah SWT dari serangan hoax dan fitnah yang kerap terjadi.

“Terimakasih tak terhingga dari kami, untuk pak Arcandra Tahar dan Pemerintah Pusat, lewat bantuan adinda Bayu Vesky, yang sudah membangunkan sumur bor di Situjuah. Ini sangat berarti,” kata Syahrul Isman.

Selain di Tungka, di Bumbuang, Situjuah Batua, juga ada ratusan keluarga yang masih sulit mendapat air bersih. Pemerintahan Nagari Situjuah Batua, kemarin, turut melayangkan permohonan ke Kemen ESDM. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB