Dirut Perumda, Baiknya Retribusi Sampah Dikelola Kelompok Swadaya Masyrakat

Penulis -

Kamis, 3 Oktober 2024 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pengelolaan sampah yang sangat baik hingga bisa menghasilkan rupiah dari pengelolaqan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang yang ikut hadir dalam kunjungan ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Kamis (2/10).

Hendra Pebrizal akui dari banyak tempat pengelolaan sampah yang pernah ia kunjungi bersama Pemko Padang, tempat pengelolaan sampah terpadu yang ada di Kabupaten Banyumas ini merupakan TPST terbaik yang ia pernah lihat.

Dirinya juga akui hal ini perlu ditiru dan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Padang agar pengelolaan sampah di ibukota provinsi ini bisa juga terkelola dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Terkait dengan tagihan rekening air terhadap pelanggan, Dirut Perumda AM Padang Hendra Pebrizal menyampaikan bahwa penarikan rekening air di Banyumas tidak lagi dilakukan oleh PDAM setempat melainkan melalui kelompok swadaya masyarakat dimana kelompok swadaya masyarakat tersebut yang turun ke masyarakat untuk menjemput sampah-sampah rumah tangga yang di kemudian dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Hendra pebrizal menilai hal ini juga perlu diterapkan di Kota Padang yang bisa dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat. Lebih jauh Hendra merinci saat ini pemungutan retribusi sampah yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang baru sekitar 120 ribu rumah dari 300 ribu rumah.

Hendra akui banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait tagihan retribusi sampah yang digabungkan dengan pembayaran air PDAM.

Hal ini membuat tagihan masyarakat menjadi membengkak, selain itu dirinya mengaku, karyawanya kerap mendapat cercaan dari pelanggan karena ulah penarikan distribusi sampah tersebut, dimana masyarakat mengaku dua kali melakukan pembayaran mulai dari tingkat rumah tangga yang dikumpulkan oleh becak motor, selain itu masyarakat juga dibebankan dengan tagihan setiap pembayaran air PDAM.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Secara lembaga, dirinya berharap kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas bisa diadopsi di Kota Padang agar Perumda Air Minum Kota Padang tidak lagi dilibatkan dalam penarikan retribusi sampah, tetapi tetap dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat. (fky)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB