Dikepung Bencana, Warga Padang Diminta Lebih Waspada

Penulis -

Sabtu, 15 Desember 2018 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Dalam satu pekan belakang, berbagai bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumbar, khususnya banjir dan tanah longsor. Bahkan jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi terputus sejak Senin (10/12) akibat ambruknya jembatan Sungai Kalu.

Untuk itu, warga Kota Padang, Sumatra Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi risiko bencana. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Rumainur menjelaskan dalam tiga hari terakhir jalur utama Padang-Solok sudah dua kali dilanda longsor di kawasan Panorama 2. Kota Padang seolah ‘dikepung’ ancaman bencana karena jalur-jalur utama menuju luar kota berada di jalur rawan longsor.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Sampai Januari curah hujan masih tinggi, kami imbau masyarakat agar menghindari titik-titik yang pernah terjadi longsor saat hujan deras. Kami ingatkan, kalau bisa tahan aktivitas ekonomi saat hujan deras,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Rumainur menambahkan, nyaris seluruh kabupaten/kota di Sumatra Barat memiliki titik-titik rawan longsor. Ia meminta BPBD di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih bila hujan deras melanda. Ancaman bencana lain yang mengintai saat hujan deras melanda, ujar dia, adalah banjir.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sumbar ini semua (rawan longsor). Kalau Padang menuju Solok jelas sekitar sini (Sitinjau Lauik). Menuju Pessel juga rawan, Padang ke Bukittinggi, Bukittinggi ke Pasaman, perbatasan dengan Sumatra Utara pun, semuanya rawan. Apalagi Agam, seluruhnya rawan,” katanya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB