Padang, Prokabar — Dalam satu pekan belakang, berbagai bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumbar, khususnya banjir dan tanah longsor. Bahkan jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi terputus sejak Senin (10/12) akibat ambruknya jembatan Sungai Kalu.
Untuk itu, warga Kota Padang, Sumatra Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi risiko bencana.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Rumainur menjelaskan dalam tiga hari terakhir jalur utama Padang-Solok sudah dua kali dilanda longsor di kawasan Panorama 2. Kota Padang seolah ‘dikepung’ ancaman bencana karena jalur-jalur utama menuju luar kota berada di jalur rawan longsor.
“Sampai Januari curah hujan masih tinggi, kami imbau masyarakat agar menghindari titik-titik yang pernah terjadi longsor saat hujan deras. Kami ingatkan, kalau bisa tahan aktivitas ekonomi saat hujan deras,” katanya.
Rumainur menambahkan, nyaris seluruh kabupaten/kota di Sumatra Barat memiliki titik-titik rawan longsor. Ia meminta BPBD di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih bila hujan deras melanda. Ancaman bencana lain yang mengintai saat hujan deras melanda, ujar dia, adalah banjir.
“Sumbar ini semua (rawan longsor). Kalau Padang menuju Solok jelas sekitar sini (Sitinjau Lauik). Menuju Pessel juga rawan, Padang ke Bukittinggi, Bukittinggi ke Pasaman, perbatasan dengan Sumatra Utara pun, semuanya rawan. Apalagi Agam, seluruhnya rawan,” katanya. (*/hdp)
















