Dihantui Banjir, Warga Minta Nasrul Abit Normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

Penulis -

Kamis, 19 November 2020 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN, PROKABAR—Masyarakat Pasaman dihantui banjir pada musim hujan, terutama mereka yang bermukim di sepanjang sungai Batang Sumpur dan Batang Sontang. Kalau banjir tiba, harta benda dan lahan pertanian mereka sering terdampak. Rumah di pinggir sungai juga terancam tergerus. Karena itu, mereka meminta normalisasi sungai.

Keluhan itu disampaikan masyarakat kepada Nasrul Abit saat calon Gubernur Sumbar itu melakukan safari politik di Nagari Panti, Kecamatan Panti dan di Tapus Utara, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Telugur, Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau Bapak menjadi gubernur, tolong dibantu normalisasi sungai kami,” kata Kepala Kampung Tapus Utara, Arfan Hasibuan, Selasa (17/11).

Dia mengungkapkan bahwa ancaman banjir dan penggerusan terdapat di hulu sungai Batang Sontang hingga ke Beringin dan bersambung di Batang Sumpur.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Ribuan rumah dan ribuan hektare sawah dan pemukiman penduduk terancam. Hampir setiap hujan terjadi banjir dan permukaan sungai semakin melebar dikikis banjir,” kata Arfan.
Ketika menanggapi permintaan tersebut, Nasrul Abit meminta masyarakat menyiapkan proposal normalisasi sungai agar tim dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar langsung turun ke lokasi.

“Nanti biar Pak Khairuddin Simanjuntak yang mengawal. Beliau anggota DPRD Sumbar dari Pasaman,” ucap Nasrul Abit.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu melihat langsung kondisi sungai Batang Sontang bersama masyarakat setempat.
“Kami langsung lihat langsung kondisi sungai. Insyaallah segera kita lakukan normalisasi sungai agar masyarakat aman dari penggerusan dan banjir. Kalau tak bisa normalisasi, akan dibuat bronjong,” tuturnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB