Dihantam Gelombang, Dua Perahu Nelayan Sasak Pasbar Rusak

Penulis -

Jumat, 20 Juli 2018 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang Empat, Prokabar – Akibat dihantam gelombang tinggi disertai badai sejak Kamis (19/7) hingga Jumat (20/7), dua unit perahu nelayan di Sasak Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar rusak.

“Perahu kami rusak dihantam gelombang tinggi,” kata salah seorang nelayan, Ekria Miswando, Jumat (20/7).

Bahkan ia dan temannya terpaksa bertahan dan mengapung dilautan selama tiga jam menunggu bantuan setelah badai menerjang perahu meraka.

Beruntung kedua nelayan tersebut bisa diselamatkan oleh nelayan lainnya yang kebetulan melihat mereka.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya angin kecang dan gelombang tinggi terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat mereka menagkap ikan di tengah laut.

Tungginya gelombang dan kuatnya angin membuat perahu mereka terbalik. Beruntung mereka tidak terluka dan bisa bertahan di badan perahu menunggu bantuan datang.

Ia mengaku bersama rekannya diselamatkan nelayan lain yang lewat pasca badai terjadi. Akibat kejadian tersebut mereka mengaku kebingunggan harus bekerja apa karena mereka tidak memiliki biaya untuk perbaikan kapal dan juga mesin yang rusak akibat angin kencang tersebut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Perahu nelayan tersebut baru berhasil dievakuasi setelah ditarik oleh kapal nelayan lainnya.

Akibat dihantap gelombang tinggi bagian depan dan badan kapal serta mesinnya mengalami rusak parah karena terdapat beberapa lobang besar dan bagian perahu yang patah.

Sementara itu menurut data dari Pemerintah Kecamatan Sasak di hari yang sama terdapat dua peristiwa. Pertama kapal nelayan terbalik dan rusak. Kemudian rumah masyarakat yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Masyarakat mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah karena kapal dan mesin mereka tdiak bisa digunakan lagi untuk melaut.

“Kita tengah berupaya keras melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui jumlah kerugian dan kerban lainnya,” kata Camat Sasak, Nurfauziah Zein. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB