Diguyur Hujan Deras, Satu Kampung Kebanjiran Lumpur di Pasaman

Penulis -

Senin, 29 Maret 2021 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pasaman sejak Minggu (28/3) pagi, telah mengakibatkan Sungai Batang Mapun, di Utara Kecamatan Lubuk Sikaping meluap. Kendati tidak ada korban jiwa, namun sejumlah areal persawahan dan rumah warga rusak tertimbun material pasir dan lumpur.

Mendapati laporan, Bupati Pasaman Benny Utama langsung terjun ke lokasi Senin pagi (29/3). Sejumlah lokasi terdampak banjir, ditinjau, termasuk mengunjungi rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Saya minta BPBD segera hitung data kerugian materil, Fasum yang rusak, serta jumlah KK terdampak. Dan OPD teknis segera lakukan penanganan cepat untuk masyarakat,” tegas bupati di lokasi musibah.

Bupati Benny sempat prihatin saat itu. Prediksinya, bila curah hujan tetap tinggi, kemungkinan besar banjir akan menghantam pemukiman warga lebih parah lagi.

“Kita tidak punya banyak waktu, mengingat potensi cuaca ekstrim di Pasaman masih akan berlanjut.

Langkah antisipasi segera mesti dilakukan oleh dinas teknis, dan warga sekitar bantaran sungai diminta tetap waspada bila hujan turun,” ujar Benny Utama.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman Ricky Riswandi, MSi melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun data kerugian materil masih tengah didata petugas Pusdalops di lapangan.

“Petugas kami sedang melakukan pendataan, namun kejadian ini turut diakibatkan robohnya bendung Batang Mapun yang belum tertangani sejak 2017 lalu,” terang Ricky yang mendampingi bupati senin pagi.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dijelaskannya, luapan air terjadi mulai pukul 16.00 wib Senin sore. Akibatnya, sekitar 2 hektar sawah rusak tertimbun pasir, 5 unit rumah terendam lumpur setinggi lebih kurang 10 cm dan 10 rumah warga lainnya sempat digenangi air, termasuk rusaknya 50 meter jalan kampung yang digerus air.

“Dikhawatirkan bila curah hujan tetap tinggi, kemungkinan banjir akan menghantam pemukiman warga lebih parah lagi,” sebut Ricky. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB