Padang, Prokabar – Di era sekarang, kehidupan manusia hampir tidak bisa dipisahkan dari aktivitas online atau internet. Oleh karena itu strategi pemasaran online atau strategi marketing online menjadi suatu hal yang diandalkan dalam bisnis.
Hampir semua kalangan dan semua profesi membutuhkan akses ke internet untuk memudahkan aktifitas mereka termasuk juga buat pebisnis.
Pebisnis membutuhkan akses internet untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan tak terbatas.
Hal ini diungkapkan Walikota Padang yang diwakili Asisten III Didi Aryadi dalam pelatihan digital marketing yang diselenggarakan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Padang yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 8 sampai 10 Maret 2022 di Padang
Didi Aryadi juga menambahkan salah satu visi Kota Padang dibawah kepemimpinan Mahyeldi dan Hendri septa adalah menjadikan kota Padang sebagai kota perdagangan, dengan mencetak 10 ribu usawan baru. Visi tersebut sedikit terganggu dengan merebaknya pandemi covid 19 yang hingga saat ini tidak kunjung mereda.
Asisten IIIKota Padang ini juga merincikan, pandemi covid tersebut tidak begitu mengganggu, karena adanya kemajuan teknologi dimana pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital sebagai solusi dalam berdagang.
Kepada para peserta pelatihan Didi berharap, dengan adanya pelatihan ini bisa mendongkrak transaksi serta pendapatan pelaku usaha itu sendiri.
Sementara itu, kepala dinas perdagangan kota Padang Andree algamar menambah, selama pandemi berlangsung Perdagangan online jauh lebih besar dari perdagangan offline, Andree mencontohkan salah satu industri rumahan jual beli secara tatap muka hanya mencapai 20 persen, namun penjualan secara online meningkatkan hingga 300 persen, dengan contoh tersebut Andree mengajak semua peserta pelatihan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dalam transaksi bisnisnya.
“Digital marketing salah satu solusi untuk bisa mempromosikan usaha yang aman dan ramah lingkungan, pelaku usaha harus bisa mengikuti kondisi yang ada, agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, kita yang memproduksi, harus kita pula yang menjualnya dengan memanfaatkan teknologi digital tersebut , orang Padang pintar dagang, jangan hanya dagang di kaki 5 melulu, pedagang kita harus naik kelas,” terang Andree. (vky)
















