Pasaman, Prokabar – Kerapatan Adat Nagari (KAN) masuk sekolah. Ini sudah pasti dilakukan di Pasaman lewat program yang direalisasikan pemerintah Pasaman.
Program ini secara resmi disahkan Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS dalam acara implementasi adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah.
“Kita tidak ingin ABS-SBK ini tinggal nama. Kami pemerintah Pasaman ingin falsafah kita orang Minang ini tetap menjadi tiang dalam hidup dan melangkah di tengah masyarakat,” kara Wabup Sabar.
Ditegaskan Sabar, falsafah ini bakal diperkuat kembali kepada generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Sebab, menurut Wabup, mereka inilah para penerus untuk melestarikan adat budaya di Pasaman dan Sumatera Barat umumnya.
“Ini juga sesuai dengan salah satu visi misi kita Pemkab Pasaman, yakni Pasaman Berbudaya,” lanjut Wabup.
Nantinya, program KAN Masuk Sekolah ini bakal ditenggarai oleh KAN yang ada di Pasaman langsung dan nantinya difasilitasi oleh Dinas Pendidikan.
“Kami berharap, semua pihak terkait, niniak mamak dan bundo kanduang berpartisipasi dalam program ini. Semua demi kebaikan para generasi penerus kita untuk tetap membumikan budaya dan falsafah yang ada,” pungkas Sabar. (Ola)
















