Dibuka Tiga Tahun Silam, Jalan Kelok Kuranji – Pasa Lalang Terbengkalai

Penulis -

Sabtu, 8 Mei 2021 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Dibuka tiga tahun silam, saat masa kampanye pemilu legislatif, jalan lingkungan yang menghubungkan kelok kuranji dengan pasa lalang masih terbengkalai.

Tak kurang dua titik yang harus dibebaskan sepanjang 100 meter.

Penelusuran ketua rt Rt 01 Rw 08 Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji, Rusli, dua titik tersebut berasal dari dua kaum yang berbeda dengan satu suku yang sama, yakni suku jambak.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Solusinya tentu harus ditemui dua orang yang pertama kali menginisiasi pembukaan jalan.

Jalan dengan plannning jalan selebar 6 sampai 8 meter ini, telah mengorbankan banyak batang pohon pinang, batang pohon kelapa, hingga batang pohon durian dan lainnya, yang harus ditebang tiga tahun silam.

Ketidakpastian kelanjutan pembangunan jalan, tentu akan terus menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Terutama mereka yang telah merelaka lahan dan tanamannya tiga tahun silam.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ini mengemuka saat salah satu jamaah mempertanyakan hal tersebut pada anggota Dprd Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, dalam safari ke Masjid Nurul Ihsan di Kawasan Kelok Kuranji.

Wakil Ketua Komisi satu DPRD Sumbar ini juga mengaku siap melanjutkan pembangunan jika masalah lahan yang belum bebas dapat segera tuntas.

“Yang terpenting saat ini bagaimana agar tokoh masyarakat dan juga dua kaum yang memiliki kuasa atas lahan tersebut, dapat menyerahkan lahan untuk kepentingan masyarakat banyak.” Sebut Evi Yandri yang juga Ketua Fkan Pauh IX ini.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Jalan yang sudah bebas tiga tahun silam adalah sepanjang 300 hingga 500 meter.

Sementara total panjang jalan yang dibutuhkan untuk menuju pasa lalang mencapai 1,5 hingga dua kilometer. (adh)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB