Dibawah Guyuran Abu Vulkanik, Rintihan Petani di Kaki Gunung Marapi

Penulis -

Senin, 4 Maret 2024 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paninjauan, prokabar – Sudah tiga bulan sejak erupsi besar tanggal 3 Desember 2023 lalu, aktivitas vulkanik Gunung Marapi belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bahkan akhir-akhir ini menunjukan peningkatan aktivitas.

Dari data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Aktivitas Marapi meningkat sepanjang awal bulan ini. Pada 1 Maret, Marapi sekali erupsi dan 74 kali alami hembusan. Kemudian pada 2 Maret, Marapi 11 kali erupsi dan 46 kali hembusan.

Pada Minggu (3/3), 13 kali erupsi dan 63 kali alami hembusan. Gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu mengalami 26 kali erupsi dan 207 hembusan hingga Senin (4/3/2024) pukul 06.00 WIB.

Kondisi ini semakin membuat resah masyarakat di sekitar gunung berketinggian 2891 dpl itu, yang hampir setiap hari berhadapan dengan guyuran abu vulkanik. Terutama kalangan petani yang sangat mengalami dampaknya kepada tanaman mereka.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Salah satu nagari yang paling marasai diguyur abu vulkanik adalah Paninjauan, Kecamtan X Koto Tanah Datar, yang berada di kaki gunung bagian selatan. Tiap hari diguyur abu vulkanik atau lazim disebut kapundan, membuat mayoritas masyarakatnya yang hidup sebagai petani sangat menderita.

Tanaman sayur-sayuran yang menjadi andalan pendapatan mereka, sudah pasti mengalami kerusakan. Bahkan, tanaman yang sudah tumbuh subur pada akhirnya gagal panen. Hal ini membuat mereka hanya bisa merintih dalam kepasrahan.

“Mau bilang apa lagi, sudah jalannya seperti ini. Kami hanya bisa berharap dan berdo’a agar kapundan Marapi ini segera berhenti.”ucap Firdaus, salah seorang petani yang lahan pertaniannya rusak dilanyau abu vulkanik.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurutnya jenis tanaman yang tak tahan dari abu vulkanik yang bersifat daun, seperti sawi, seledri, kol, tomat. “Kalau sudah terkena kapundan biasanya langsung layu. Apalagi kalau ditambah cuaca panas akan langsung kering dan hangus.”katanya.

Lain lagi cerita Amirudin, yang tetap berinisiatif memanen sayuran yang penuh abu kapundan, lalu mencucinya. Tapi hal itu tak banyak menolong, karena sayuran tak lagi segar dan harganyapun turun drastis.

Diakui Firdaus dan Amrudin, selama tiga bulan aktivitas vulkanik Gunung Marapi, telah berdampak produksi pertanian di Paninjauan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Padahal Paninjauan sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra penghasil palawija di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ditanya apakah ada bantuan bagi petani yang terdampak erupsi Marapi dari Pemkab Tanah Datar, memang pernah diminta melaporkan kerugian melalui jorong masing-masing. “Tapi sampai saat ini belum ada informasi kapan bantuan itu sampai ke petani.”ucap Amirudin.

Lahan pertanian yang rusak terkena abu vulkanisk Marapi di Paninjauan. (ist)

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar gunung dan pendaki, pengunjung, wisatawan dilarang memasuki dan tidak melakukan kegiatan di radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Kemudian, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.(*)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB