Dibantu UPZ Baznas Semen Padang, Ponpes Darul Ulum Sikakap Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

Penulis -

Jumat, 13 November 2020 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Usaha penggemukan sapi Pondok Pesantren Darul Ulum di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, tetap survive di tengah keterbatasan. Itu semua tidak terlepas dari bantuan UPZ Baznas Semen Padang yang merupakan donatur tetap Pondok Pesantren tersebut.

Meski tidak begitu banyak jumlah sapi yang digemukkan, akan tetapi keuntungan dari usaha penggemukan sapi itu sangat membantu keuangan Pondok Pesantren Darul Ulum yang mayoritas dihuni oleh santri yang berasal dari dusun pedalaman di tiga kecamatan Mentawai, yaitu Pagai Utara, Pagai Selatan dan Sikakap.

Ketua Yayasan Darul Ulum Iswandi mengatakan, saat ini ada enam sapi yang digemukan. Sapi tersebut dibeli di Padang dan sapi ini digemukan untuk dijual pada Hari Raya Idul Adha tahun depan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Meski jumlahnya sedikit, sapi yang kami gemukan ini setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sapi kurban di Mentawai,” kata Iswandi, Kamis (12/11).

Sejak 2017, lanjutnya, pihaknya sudah dua kali menjual sapi untuk kebutuhan sapi kurban di Kepulauan Mentawai. Pada penjualan pertama tahun 2018, Pondok Pesantren Darul Ulum untung sekitar Rp19 juta lebih. Kemudian untuk penjualan kedua tahun 2019, sekitar Rp21 juta.

Dari jumlah keuntungan yang didapat, 50 persen diserahkan kepada guru pesantren yang telah merawat dan memberi makan sapi. Sedangkan sisanya, untuk memenuhi kebutuhan pesantren.

“Untuk tahun 2020 ini, kami baru saja membeli enam ekor sapi. Dan kami akui, pembelian ini agak terlambat, karena pandemi. Harusnya awal tahun,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara itu, keberadaan Pondok Pesantren Darul Ulum berpengaruh besar terhadap perkembangan keagamaan masyarakat Desa Sikakap dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya hubungan erat antara Pondok Pesantren dengan masyarakat, Pemerintah daerah, Departemen Sosial, Departemen Agama.

Secara kelembagaan, Pondok Pesantren Darul Ulum berada di bawah yayasan Darul Ulum. Untuk menunjang kelangsungan pesantren, Iswandi Juga mendaftarkan yayasan Darul Ulum sebagai panti asuhan yang dikelola bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten dan Propinsi.

Dengan adanya Panti Asuhan ini, pondok pesantren mendapatkan bantuan subsidi, biaya bulanan, bantuan uang saku, buku dan sebagainya. Sedangkan untuk sarana dan prasarana pesantren, juga ikut berkembang seiring tahun berganti.

“Saat ini, Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki dua level pendidikan, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Di samping itu, juga ada Tahfidzul-Qur’an yang mendidik santri agar mempunyai keunggulan dalam aspek Al-Qur’an,” kata Iswandi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Terkait dengan bantuan modal usaha penggemukan sapi untuk Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai, Kepala Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan tersebut, karena program Pondok Pesantren Darul Ulum sejalan dengan program dakwah-advokasi UPZ Baznas Semen Padang.

“Kami di Mentawai juga menyebar sebanyak 51 da’i binaan kami. Dan para da’i tersebut juga berkalaborasi dengan Pondok Pesantren Darul Ulum untuk menysiarkan Islam di ‘Tanah Sikerei’ itu. Mudah-mudahan, Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai tetal survive di tengah keterbatasan finansial,” kata Arif. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB