Diancam Gempa 8,8 SR, Ibukota Sumbar Perlu Dipindahkan

Penulis -

Minggu, 14 Juli 2019 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, Prokabar – Wacana pemindahan Ibukota Sumatera Barat di Padang buntut potensi gempa besar di Mentawai, kembali mencuat.

Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawijaya menilai, puluhan kali gempa pada 2 – 5 Februari 2019 di segmen Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), bisa menjadi penanda awal terjadinya gempa besar 8,8 SR di daerah itu.

Pola itu pernah terjadi saat gempa dan tsunami Aceh pada 2004. Tokoh muda Sumatera Barat, Muhammad Rahmad menyebut, sudah saat nya seluruh steakholders dan tokoh tokoh Sumbar memikirkan langkah langkah konkrit pemindahan ibukota propinsi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kotamadya Padang sendiri sudah memindahkan pusat pemerintahaannya ke dataran tinggi yg lebih aman dan jauh dari pantai. Sementara, proses Ibukota Propinsi belum dipindahkan sama sekali,” tutur M Rahmad.

CEO Rama Group itu menyebut, Kabupaten Lima Puluh Kota sangat siap menjadi Ibukota Propinsi Sumatera Barat. Tak hanya sekedar siap, tetapi Lima Puluh Kota juga sangat strategis bagi Sumatera Barat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Letaknya yg berada ditengah-tengah antara Sumut dan Riau. Jadi pusat pemerintahan PDRI yg menyelamatkan bangsa Indonesia,” sambung eks penulis naskah pidato mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Dubes Singapore Luhut Binsar Panjaitan (kini Menko Polhukam) itu.

Apalagi, Limapuluh Kota kata M Rahmad, punya lahan yang masih sangat luas.
“Saya sudah diskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat, penyelenggara daerah. Itu, ada 5 kecamatan yang sangat strategis dibangun menjadi kota dan menjadi Ibukota pemerintahan Propinsi Sumbar,” urainya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Masing-masing, Situjuah Limo Nagari yang berbatas dengan Payakumbuh dan Tanah Datar, Kecamatan Gunuang Omeh, Kecamatan Bukit Barisan, Kecamatan Kapur IX dan Kec Pangkalan Koto Baru.

Nantinya, Kecamatan Suliki, Kecamatan Guguk, Kecamatan Mungka, Kecamatan Harau, menjadi daerah penyangga Ibukota Propinsi.

“Sementara kecamatan yg lainnya menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota,” jelas Muhammad Rahmad. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB