Padang, Prokabar — Asap putih menyibak di langit Permindo, Padang. Aromanya yang khas, menembus sela sela rintik hujan dan meliuk liuk menusuk hidung. Irisan daging yang direbus dengan bumbu kemudian dibakar itu, mampu mengundang para pengunjung.
Begitulah aroma sate padang nan khas ini, saat dihelatnya Festival Makan Sate, Sabtu, (16/2).“Harum dan enak satenya,”sebut Yanti (21) seorang pengunjung.
Ditengah tengah puluhan stand pedagang sate, terdapat meja panjang yang dilengkapi bangku untuk pengunjung, saat menikmati makanan ikonik Sumbar ini.
Gerimis turun, pengunjung tak peduli. Yang mereka pedulikan hanya hidangan yang ada dimejanya. Ada yang cerdik, mereka pakai payung.
Dibangku panjang nan ramai itu, duduk juga Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Bukan duduk saja, tapi turut menikmati makan sate bersama pengunjung lainnya.
Para pedagang dari berbagai merek sate becampur dalam satu festival itu. Sebelumnya, nama sate Padang tercoreng setelah terungkapnya kasus sate menggunakan daging babi.
Jika ke Padang, “jangan” cari sate Padang, tak akan ketemu. Karena mereknya sudah diberi nama khas bagi pedagangnya.
“Saya pribadi tidak takut makan sate, hanya karena kasus itu. Tidak semua pedagang sate yang badel,”tutur Leni kepada Prokabar
Pedagang mengipas daging nan dibakar itu. Pengunjung menghampiri. “Saporsi ni,”sebut pengunjung. Semakin bersemangat pedagang ini mengipasnya.
Dalam satu stand, terdapat tiga hingga empat orang pedagang. Namun satu stand hanya satu merek satenya. Yang tiga itu hanya bantu bantu saja. Maklum, pembeli ramai.
Di bawah stand bertenda biru itu, sudah bercengkrama saja walikota dengan pedagang. Walikota makan sate juga disana.
“Sate Padang ko lamak lamak. Sekarang masyarakat jangan pernah takut lagi makan sate, karena kasus sebelumnya,” sebut Mahyeldi sambil memegang piring sate itu.
Langit makin gelap. Gerimis mengiringi. Namun aktifitas di festival itu masih saja ramai. Sebagian pedagang tampak sibuk mengangkat dan membersihkan piring nan kotor itu.
Festival itu digelar dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00. Melalui festival ini, pengunjung diharapkan untuk tidak takut memakan sate. Khususnya sate Padang.
Fetival Makan Sate Padang itu digelar Kesatuan Pedagang Jalan Permindo (KPJP) bersama Dinas Perdagangan Kota Padang.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal dan perwakilan pemerintahan provinsi. (gas)
















