Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Di Pessel Shalter Dan Jalur Evakuasi Sebuah Keharusan, Ini Komentar Pemerhati Bencana

Dibaca : 1.5K

Pessel, Prokabar — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sebagai salah satu dearah yang tergolong rawan gempa yang berdampak tsunami, sehingga keberadaan shelter dan jalur evakuasi sudah menjadi sebuah keharusan di daerah ini. 

Sebab, dari 15 kecamatan yang ada, sebayak 13 kecamatan diantaranya tergolong kecamatan yang rawan gempa berdampak tsunami.

Salah seorang Pemerhati Bencana Wisal (64) kepada Prokabar.com Minggu (23/12) mengatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan, setidaknya daerah itu memiliki 5 hingga 7 unit shelter dengan daya tampung masing-masing 2 ribu jiwa per kecamatan.

“Kehadiran shelter pada kawasan padat penduduk yang berada di zona merah tsunami ini, sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan, mengingat ancaman bahaya yang masih terus mengintai sebagai mana saat ini,” ujarnya. 

 

Ia menjelaskan, bahwa beberapa kawasan yang perlu mendapat perhatian itu diantaranya, Kota Painan, Salido, Sago, Pasar Baru Bayang, Batang Kapas, Surantiah, Pasar Kambang, Lakitan Koto Raya, Pulakek dan lainya.

“Namun yang lebih utama sekali adalah kawasan atau pemukiman penduduk yang tidak memiliki daerah dataran rendah. Sementara kawasan itu masuk pada zona merah tsunami, ” ungkapnya. 

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merencanakan dua unit gedung di daerah itu memiliki shalter. Diantaranya, kantor Walinagari Sago Kecamatan IV Jurai, dan Mapolres Pessel.

“Dua kantor itu, lantai bagian atasnya yang terdiri tiga lantai akan dijadikan shelter. Tapi apa yang direncanakan belum juga terealisasi. Sedangkan kantor Walinagari Sago, tidak jelas kapan akan dibangun sebagai mana dijanjikan sebelumnya,” tutupnya. (Min) 


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top