Di Pessel, Hasil Bertanam Bawang Biji Merah Jauh Lebih Menggairahkan

Penulis -

Jumat, 22 Februari 2019 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Jangan mudah menyerah jika belum berhasil maka mulai dan bangkit lagi. Inilah sepenggal kalimat yang diucapkan Masril Mansyur (54) sebagai petani untuk terus mengembangkan budidaya Bawang Merah Biji di Kenagarian Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Dulu, Masril sempat tidak dipercayai jika Bawang Merah Biji yang ia tanam pada lahan miliknya tak akan mampu hidup dan membuahkan hasil yang lebih baik.

“Tapi saya tidak gampang putus asa pak. Saya beli bibitnya sendiri. Kemudian saya coba dan mencoba lagi. Dan alhamdullilah sekarang hasilnya lumayan lah pak,” ujar Masril Jumat (22/2) kepada Prokabar.com.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Guntur Gumilang selaku Product Promotor Cap Panah Merah area Kabupaten Pessel, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Hamijon, Kordinator Balai Penyuluhan Kecamatan IV Jurai, Erna Yenti, Walinagari serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lubuak Agung yang diketuai oleh Masri Mansyur.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Masri menceritakan, hasil bertanam bawang biji merah jauh lebih menggairahkan daripada bertanam padi.

“Saya sudah buktikan. Dari segi waktu, panen bawang juga lebih cepat daripada padi,” jelasnya.

Petani bawang bisa melakukan panen dalam jangka waktu dua bulan, sementara panen padi bisa sampai tiga bulan.

“Saya membandingkan, kita tanam saja bawang pada lahan seperempat hektar dan tanam padi pada luas lahan yang sama, maka hasil keuntungan bawang jauh lebih bernilai lebih untung sekitar 8 hingga 10 Juta,” ujarnya.

Masri juga pernah dimagangkan ke Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian setempat terkait pengembangan budidaya bawang biji ini memiliki cukup ilmu.

Dan ia juga bersedia akan siap membagi ilmunya jika masyarakat berkeinginan untuk sungguh-sungguh bertani bawang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, bahkan ia juga telah melakukan studi banding ke berbagai daerah agar masyarakat tidak hanya terfokus bertanam padi saja, melainkan bisa di slang-slingkan dengan membudidayakan bawang merah biji.

Saat ini, Masri merupakan Ketua Gapoktan Lubuak Aguang Salido. Dengan keanggotaan kelompok sebanyak 75 orang, ia bertekad bagaimana seluruh anggota dapat meraih kesuksesan dengan budidaya bawang tersebut.

Guntur Gumilang, selaku Product Promotor Cap Panah Merah dari PT East West Seed Indonesia yang sengaja mengunjungi kelompok tani tersebut memberikan beberapa ilmu terkait budidaya bawang merah biji.

Disampaikannya, bahwa untuk menjadi seorang petani yang berhasil maka yang perlu dan utama sekali mengetahui tentang cara menyemai dan cara merawatnya dengan baik.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia mengatakan akan siap membantu dan membina segala kendala yang dihadapi oleh masyarakat kelompok tani terkait cara bertani bawang biji merah mulai dari masa semai hingga panen.” Kami siap membantu dan membina,” ujarnya.

Diketahui, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) ini merupakan perusahaan benih sayuran terpadu pertama diindonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman.

Ewindo mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur yang berkualitas tinggi.

Dalam pengembangan benih Ewindo menempatkan tenaga ahli profesional yang telah berpengalaman dibidang pemuliaan tanaman dan pembenihan.

Hasil penelitian dan pengembangan benih sayuran ini diproduksi, diproses, dan dikemas seta dipasarkan untuk petani indonesia dengan merek dagang Cap Panah Merah, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB