Di Minangkabau, Raja mengeluh Pelayanan

Penulis -

Rabu, 28 November 2018 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Dihari pertama pelaksanaan festival Keraton se nusantara yang ke 12 dan dilaksanan di Sumatera Barat, malah menuai kritikan dari tamu undangannya. Sebagian raja yang datang dari berbagai daerah mengeluhkan rendahnya pelayanan yang mereka dapatkan dari panitia penyelenggara.

Sebagian raja dan permaisuri menilai jika pelayanan yang diberikan oleh panitia penyelenggara belumlah maksimal. Pelayanan yang dimaksud terutama dalam hal penginapan yang mereka dapatkan selama mereka berada di Sumatera Barat.

Salah satu rombongan raja dari kerajaan Luwu Sulawesi Selatan mengaku sedikit kecewa dengan pelayanan yang ia dan rombongan dapatkan dari panitia untuk mengikuti festival Keraton se nusantara di Sumatera Barat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“ Kami sebagai tamu, Mohon maaf bahwa mungki pelayanan panitia yang tidak maksimal atau apa itu masalahnya itu masalah disini,” ucap Andi Saifudin Kaddiraja Oppu Tosattia Raha Madi Kabua dari Kadatuan Luwu Sulsel.

Meski mengalami sedikit kecewa kepada panitia,namun ia memuji pelaksanaan festival keraton se nusantara yang digabung kedalam Festival Pesona Budaya Minangkabau. Terlebih, kerajaan Luwu juga akan menjadi akan menjadi tuan Rumah pada festifal serupa di tahun 2019 mendatang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sementara itu, Viveri Yudhi, dari dinas kebudayaan provinsi Sumatera Barat mengaku telah berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh tamu. Namun, karena keterbatasan anggaran yang juga menjadi kendala.

“ untuk pelaksanaan kegiatan ini anggaran yang disetujui hanya Rp. 300 juta dari Rp. 500 Juta yang dianggarkan. 300 juta tersebut mencakupi pelaksanaan kegiatan dan akomodasi para tamu terutama raja dan permaisuri. Semuanya ada disitu,” ucapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengakui pelayanan yang tidak maksimal yang dimaksud oleh tamu tersebut dapat untuk dimaklumi, dan hal ini terjadi karena terbatasnya ketersediaan penginapan di Tanah Datar.

“ Begitu banyak tamu dan undangan yang hadir, sementara keberadaan hotel berbintang di Tanah Datar hanya beberapa saja yang ada. Terlebih, tamu undangan lain juga lebih dahulu memesan penginapan tersebut,” tutupnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB