Di Maligi, Matahari Lebih Cantik Daripada Bulan.

Penulis -

Senin, 20 September 2021 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ajo Wayoik

Padang, Prokabar.com – Banyak lagu yang diciptakan untuk menyanjung kecantikan bulan. Tapi bukan berarti hanya bulan benda langit yang menawan. Matahari pun punya pesonanya sendiri. Terutama, yang paling digemari orang adalah ketika sang surya turun ke peraduan. Tapi di Maligi, pesona matahari terlihat bahkan sejak ia naik dari ufuk.

Kecantikan horizon timur Maligi mulai tampak ketika gelap beranjak dari nagari persiapan itu. Warna kuning, hingga magenta memunculkan gradasi yang pelan-pelan mengarah pada satu warna. Sang mentari yang bangkit seiring pulangnya orang-orang dari shalat subuh di masjid Maligi, menghasilkan semburat cahaya di balik Talamau. Gunung legendaris di bumi pasaman itu menjadi siluet dengan lekuknya yang khas.

Ritno, salah seorang penggerak wisata yang juga menekuni dunia fotografi mengatakan, pemandangan subuh di Maligi berbeda dengan daerah lain yang pernah ia bidik dengan lensanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Disini sunrisenya benar-benar khas. Barangkali karena tertutup gunung Talamau, maka terasa lebih lama jadinya. Sehingga waktu yang tersedia untuk memotret pemandangan menjadi lebih panjang pula,” sebutnya.

Selain pemandangan talamau, hamparan air payau yang luas turut memperindah foto yang dihasilkan.

“Pantulan di air begitu eksotis, jadi kalau kita mendapat angle yang tepat rawa itu akan seperti cermin luas,” sebut sekretaris tim Satuan Tenaga Konselor (SANAK) Pariwisata ini.

Lebih jauh lagi, Ritno mengatakan banyaknya kehidupan yang mulai menggeliat pada pukul 06.00 hingga 07.00 sangat kompleks untuk dipotret.

“Ada kerbau yang mulai masuk ke rawa, nelayan yang pulang atau baru turun, para pencari kerang, hampir semuanya menarik,” sebutnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk mendapatkan lokasi pengambilan foto yang menarik, Ritno menyarankan agar fotografer datang lebih cepat. “Kalau bisa sehari sebelum mengincar sunrise, kita sampai di Maligi. Kita bisa menandakan spot memotret dulu. Saya saja, sudah menandakan sekitar 12 spot menarik,” katanya.

Tapi kalau ingin mendapatkan posisi matahari pas di tengah rawa, Ritno menyarankan memotret dari tengah jembatan panjang Maligi.

Selain sunrise tentu saja sunset juga menjadi suguhan pemandangan alam yang paling diincar pengunjung di Maligi. Peru, salah seorang putra daerah yang juga gemar memotret sunset mengatakan, pemandangan sunset maligi selalu dipuji netizen ketika fotonya ia upload. “Banyak yang muji. Mereka kira saya dapat foto dari daerah yang jauh. Padahal saya motret di kampung sendiri,” sebut pemuda yang mengaku hanya mengandalkan kamera hp tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Pakai kamera HP pun cantik kok hasilnya. Siluet kelapa, hutan bakau, kerbau, bangau, itu menarik semua,” katanya. Peru mengingatkan agar fotografer tidak mengambil dari dalam rawa apabila air sedang pasang.

“Disini kedalaman rawanya beda-beda. Takutnya nanti malah masuk ke lubuk. Bahaya,” katanya. Untuk pengambilan foto dari rawa, Peru menyarankan untuk naik ke perahu bersama nelayan.

Maligi adalah salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang di Pasaman Barat. bagi pengunjung yang mengincar pemandangan sunset dan sunrise bisa dipastikan akan membutuhkan penginapan. Jangan khawatir, di Maligi sudah ada sejumlah rumah penduduk yang disiapkan sebagai homestay.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB