Di Luar Volume, Pembukaan Jalan Usaha Tani di-PHO, Kok Bisa Ya?

Penulis -

Kamis, 10 Januari 2019 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pekerjaan pembukaan jalan usaha tani yang dikerjakan CV. Mata Air di Kacamata Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), diduga di luar volume. Sehingga warga setempat memprotes.

Pembukaan jalan itu di Gunung Cerek Taluak Bakung Gurung Panjang Utara, dengan anggara Rp180 juta dan di Pintu Rimbo-Rimbo Panjang Kenagarian Koto Berapak, dengan anggaran Rp200 juta.

Informasi dihimpun Prokabar.com di lapangan, pembukaan jalan usaha tani tersebut melalui Dana Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Pessel, Aprial Abbas yang dilaksanakan pada dua titik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selanjutnya, pembukaan jalan usaha tani itu, langsung dikerjakan politisi Nasdem itu.

“Ya, mestinya pada titik pertama dengan anggaran sebesar Rp180 juta itu minimal panjangnya 2,5 KM, tapi dikerjakan hanya sepanjang 1,3 KM, selebihnya kemana,” kata salah seorang tokoh masyarakat Koto Berapak, Darusman kepada wartawan Kamis (10/1).

Anehnya lagi, kata Darusman, pekerjaan itu tidak sesuai dengan volume dan langsung di PHO, ungkapnya dengan nada kesal.

Seyogyanya, pembukaan jalan usaha tani itu dengan rencana awal tembus ke Batu Gadang Nagari Gurun Panjang Utara, namun dipindahkan ke bukit yang tak jauh dari nagari setempat, artinya tidak sesuai dengan rencana awal.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Masak iya, untuk mengejar target melenceng dari rencana awal, itu kan menyalahi, dan pihak PPTK di Dinas PU langsung mem-PHO,” ujarnya.

Tak hanya itu, di lokasi Pintu Rimbo-Rimbo Panjang dengan anggaran senilai Rp200 juta, yang dikerjakan hanya panjang 1 KM, padahal menurutnya dengan anggaran sebesar itu mencapai 20 KM.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Ini kan Clering (jalan yang telah ada). Dengan anggaran sebesar itu pembersihannya sepanjang 20 KM,” terangnya.

PPTK Dinas PU Pessel, Em Yaldi mengatakan, pembukaan jalan usaha tani tersebut sudah sesuai dengan volume atau rancana awal.

“Kenapa kami PHO, karena dianggap sudah sesuai volume dan kontrak yang ada. Namun, kami tidak menghitung volume hanya menghitung panjangnya jalan,” kilahnya.

Saat ditanya mengenai adanya dugaan pengurangan volume, bahkan Em Yaldi tanya balik, memangnya volume dari masyarakat berapa, ungkapnya singkat,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB