Di Lokasi Ini, Populasi Rafflesia tuan-mudae Terbanyak Dan Terbesar Di Dunia

Penulis -

Sabtu, 26 Januari 2019 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUNDU, 6 Feb -- Jurupandu arah, Edmund Gering,20, (kiri) memberi penerangan kepada wartawan Bernama Sarawak, Noor Bakhtiar Ahmad (kanan) mengenai bunga Rafflesia spesis 'Tuan Mudae' di Taman Negara Gunung hari ini.
Melihat bunga Rafflesia dalam tempoh awal kembang menjadi impian pengunjung kerana warna serta keadaan kelopak bunga itu begitu cantik.?--fotoBERNAMA (2017) HAK CIPTA TERPELIHARA

LUNDU, 6 Feb -- Jurupandu arah, Edmund Gering,20, (kiri) memberi penerangan kepada wartawan Bernama Sarawak, Noor Bakhtiar Ahmad (kanan) mengenai bunga Rafflesia spesis 'Tuan Mudae' di Taman Negara Gunung hari ini. Melihat bunga Rafflesia dalam tempoh awal kembang menjadi impian pengunjung kerana warna serta keadaan kelopak bunga itu begitu cantik.?--fotoBERNAMA (2017) HAK CIPTA TERPELIHARA

Agam, Prokabar — Sekitar 2 km dari perkampungan masyarakat, tepatnya Di Jorong Marabuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat populasi terbanyak tumbuhnya Rafflesia tuan-mudae. Di sana juga pernah ditemukan bunga Rafflesia terbesar di dunia dengan diameter 107 centimeter. Tepatnya pada Selasa, 19 Desember 2017 lalu.

“Lokasi ini berada Di Hutan Cagar Alam Maninjau, pada akhir 2017 lalu pertama kali ditemukan bunga Rafflesia dengan jenis Rafflesia tuan-mudae. Bahkan memiliki ukuran terbesar yang pernah ada di Dunia,” ujar Ade Putra, PEH atau Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, saat monitoring  Sabtu siang (26/1).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Data tersebut berdasarkan hasil koordinasinya dengan Dr. Agus Susatya, ahli bunga Rafflesia asal Universitas Bengkulu. Dan data tersebut menjadikan Indonesia di klaim menjadi lokasi terbanyak dan terbesar di Dunia.

“Di Indonesia terdapat 17 spesies jenis Rafflesia, dari 30 spesies yang ada di Dunia. Dan baru ditemukan hanya di Jawa, Sumatra dan Kalimantan,” tutur PEH BKSDA Resor Agam tersebut.

Ade melanjutkan, jumlah total knop atau umbi Rafflesia yang sudah ditemukan di lokasi ini berjumlah 46 Knop. “Berdasarkan pantauan hari ini, terdapat 20 knop yang masih terlihat dari berbagai ukuran, dan 26 knop yang telah mekar,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, di lokasi tersebut juga pernah ditemukan satwa langka dilindungi. Seperti Harimau Sumatra, Rusa dan Beruang Madu. “Pada tahun 2017 lalu, Harimau Sumatra pernah masuk ke perkampungan dan memakan seekor kerbau warga. Di sekitar lokasi kita juga banyak menemukan jejak kaki satwa langka tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Di tahun 2019 ini, BKSDA Provinsi Sumatra Barat akan menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat atau stasiun penelitian dan pendidikan konservasi bagi perguruan tinggi atau pelajar yang ingin menggali lebih dalam tentang bunga langka dilindungi Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tersebut.

“Sudah banyak Mahasiswa yang pernah melakukan penelitian ke sini. Dan kami dari BKSDA berkewajiban membantu dan mendampingi mereka. Beberapa Universitas yang sudah berkunjung dan melakukan penelitian seperti dari UNAND, UNP, Universitas Muhammadiyah Padang, dan USU,” pungkas Ade. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB