Padang, Prokabar – Ada yang berbeda di malam pergantian tahun ini. Biasanya setelah maghrib, jalur Pantai Padang sudah disesaki pengunjung. Terompet bertalu talu, satu per satu kembang api muncul malu malu. Malam makin tinggi, detik detik pergantian tahun, warna kembang api dan letusan mercun membahana, ribuan pasangan mata menengadah ke langit. Indah.
Berbeda dengan tahun 2018 ini. Pemko Padang mengimbau masyarakat untuk tidak hura hura. “Makmurkan masjid,” Perintah Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Imbauan tersebut diikuti warga kota. Alhasil malam pergantian tahun dirayakan dengan tausyiah dan ibadah.
Seperti di Kelurahan Banuaran. Tua, muda, anak anak berkumpul di mesjid. Tidak ada kebisingan, yang ada suara Ustadz berceramah. Riuh rendah tawa larut dalam guyonan yang disampaikan penceramah.
Hal yang sama juga terlihat di Mesjid di Kawasan Andalas. “Ramai orang ke Mesjid, Alhamdulillah,” ujar Ade, salah seorang warga.
Sementara itu, di jalanan, anak muda berkonvoi. Tapi tak seramai tahun tahun sebelumnya. (laf)
















