Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Di Agam Kini Ada Jurnalis Siaga Bencana

Dibaca : 244

Agam, Prokabar — Setiap individu berkewajiban memiliki sikap dan pengetahuan kesiapsiagaan terhadap Bencana. Apalagi daerah tempat tinggalnya memiliki geografis rawan bencana longsor, banjir, gempabumi serta gunung merapi.

Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat salah satu daerah paling rawan. Agar resiko bencana tersebut tidak banyak menimbulkan korban, daerah ini gencar melakukan pembentukan kelompok siaga bencana tersebut.

Tidak hanya pelajar dan masyarakat, bahkan wartawan juga dibentuk menjadi wartawan siaga bencana sejak 2015 lalu. Bertujuan selain membekali diri terhadap bencana, juga dapat menyampaian informasi berkompeten dan objektif dalam sebuah peristiwa kebencanaan yang terjadi.

Di Agam tidak hanya ada Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Wartawan Siaga Bencana (WSB) saja dibentuk. Bahkan Baru-baru ini sudah ada Kampung Tanggap Bencana (KATANA) serta Madrasah Aman dan Tanggap Bencana atau Mantap.

Mursyidi, salah seorang wartawan senior dan juga anggota WSB mengatakan bencana longsor dan banjir menjadi langganan di Kabupaten Agam. Terutama di Kecamatan Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Bawan, Palembayan, Canduang, Kamang Mudiak, Malalak dan Banuhampu.

Wajar Pemerintah Kabupaten Agam sangat intensif dan fokus mempersiapkan personil beserta relawan sebanyaknya, agar bencana yang sering banyak titik dapat ditanggulangi dengan cepat, tepat dan aman. Termasuk dibentuknya Wartawan Siaga Bencana, salah satu mitra kerja strategis penyampaian informasi terkait bencana yang terjadi kepada publik.

“Kami selaku pewarta selalu berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, Kepolisian, Kodim, Dinas Sosial serta pihak kecamatan dan nagari. Informasi terkait kondisi bencana menjadi penting untuk disampaikan, sehingga publik cepat tau apa dan bagaimana penanggulangan. Serta kebutuhan apa yang dibutuhkan mengatasi bencana tersebut,” kata Korda Agam, Koran Harian Singgalang tersebut.

Ia berkesempatan memberikan materi dan arahan kepada Komunitas Katana dan Mantap di Nagari Sungai Batang. Dan mengatakan anggota KSB, Katana dan Mantap selain sigap dan siap menghadapi segala bencana, mereka juga harus bisa mengelola informasi untuk disampaikan kepada pihak berkepentingan. Seperti BPBD, Damkar, Kepolisian maupun pihak lainnya yang dianggap penting disampaikan.

“Informasi tersebut akan langsung ditanggapi petugas dan langsung menuju lokasi. Sedangkan pasca bencana, informasi lebih banyak berkaitan kebutuhan yang diharapkan korban bencana. Seperti makanan, air bersih, pakaian, selimut, tenda atau logistik lainnya,” tutur Mursyidi.

Oleh sebab itu, dalam hal ini Wartawan Siaga Bencana jelas memiliki peranan strategis dan penting. Sebagai penghubung komunikasi lintas sektoral dan meluruskan segala polemik atau kesalahpahaman informasi yang sering terjadi saat bencana berlangsung.

“Informasi bencana sering terjadi simpang siur dan meresahkan masyarakat. Dengan adanya jurnalis di sini, akan mampu meluruskan dan mematahkan informasi tidak benar atau hoax saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Artinya, keterlibatan wartawan di saat bencana sangat memberikan dampak positif dan membangun. “Terutama wartawan yang menjalankan tugas dengan profesional dan proposional. Memahami kaerah-kaedah jurnalistik, kode etik serta Undang-undang nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top