Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Dharmasraya Terima Rekor MURI Berkat Lapek, Kok Bisa?

Dibaca : 138

Dharmasraya, Prokabar – Tim penilai dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diwakili Yusuf Ngadri akui pemecahan rekor MURI penyajian makanan jenis lapek di Dharmasraya, Selasa (3/3).

Kegiatan yang dipusatkan di Sport Center, Koto Padang ini dihadiri ribuan peserta dan tamu undangan. Pemecahan Rekor MURI “Baribu Lapek” tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Pencanangan Bulan Bhakti Dasawisma dan Gebyar Semarak Kader TP-PKK se Dharmasraya.

Yusuf Ngadri mengungkapkan, berdasarkan penilaian yang telah dilakukan, sebanyak 6.818 lapek disajikan pada waktu tersebut.

“Ini merupakan bentuk kontribusi yang telah dilakukan masing-masing kader PKK di Kabupaten Dharmasraya, sehingga masing-masing kader membuat lapek yang nantinya akan menjadi penilaian dari kita,” ungkap Yusuf.

Selain berdasarkan jumlah kuantitatif yang disediakan, Yusuf juga mengapresiasi kreasi inovatif yang disajikan pada lapek tersebut.

“Sebelumnya kita juga pernah melakukan penilaian pemecahan rekor MURi di daerah Riau, dan juga dengan kuliner lapek ini, namun di Dharmasraya berbeda dengan yang sebelumnya.” Ungkapnya

Di Dharmasraya sendiri ungkapnya, ada 9 jenis lapek disajikan, bahkan semua itu memiliki ciri khas serta perpaduan pangan yang berbeda-beda.

Piagam rekor MURI tersebut diserahkan lansung Yusuf Ngadri kepada Pembina TP PKK Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Dharmasraya Ny. Dewi Sutan Riska.

Selaku pembina TP PKK Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengapresiasi semangat serta dedikasi yang dilakukan PKK Dharmasraya selama ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait atas kesusksesan kegiatan ini, serta saya juga mengapresiasi prestasi yang telah diraih PKK Dharmasraya baik tingkat provinsi bahkan nasional. Ini membuktikan kader PKK bergerak untuk kemajuan Dharmasraya.” Ungkap Sutan Riska.

Sementara Ketua TP PKK Dharmasraya Ny. Dewi Sutan Riska menjelaskan, dipilihnya kuliner lapek untuk dinilai karena lapek merupakanan makanan tradisional yang harus dikembangkan.

“Sehingga makanan tradisional ini terus ada sehingga makanan ini tidak hilang dan terlupakan oleh makanan cepat saji,” terangnya.(*/mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top